Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pengunjung berada di galeri Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Fokus Pasar: Awal Mei, IHSG Banjir Sentimen Positif

Rabu, 5 Mei 2021 | 08:45 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan di bulan Mei diselimuti sentimen positif dari berbagai arah, semisal kinerja positif yang dicatatkan oleh PMI Manufaktur hingga tingkat inflasi pada bulan April yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

Dalam riset hariannya, Pilarmas Sekuritas menjelaskan, tren positif berhasil Indonesia raih dalam PMI Manufaktur yang meningkat 54,6 poin lebih tinggi pada April dari Maret 2021. Kenaikan tersebut terjadi selama 6 bulan berturut – turut.

“Hal ini terjadi karena sejumlah industri mulai menunjukan pemulihan operasional yang diikuti dengan meningkatnya jumlah pesanan dan juga perbaikan di sektor distribusi,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Rabu (5/5).

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia alami kenaikan Inflasi pada bulan April sebesar 0.13% secara bulanan dan 1.42% secara tahunan. Meski meningkat, BPS menilai Inflasi pada bulan April dinilai masih lemah, sehingga belum menjadi indikasi kenaikan aktivitas ekonomi yang meningkat.

Untuk diketahui, tingkat inflasi hanya tumbuh sebesar 1.18% secara tahunan, lebih rendah dari capaian tahun lalu 1.21%. Momentum Ramadan dan lebaran yang biasanya jadi pemicu pertumbuhan, belum jadi sentimen yang mampu menggerak pasar.

“Kami melihat inflasi diproyeksikan meningkat secara bertahap pada kuartal-II 2021 dimana mobilitas masyarakat dan vaksinasi menjadi faktor pendorong kenaikan tersebut. Permintaan juga diperkirakan pulih secara perlahan dimana PMI Manufaktur mencerminkan adanya kenaikan dari produktivitas dalam negeri,” ujar Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN