Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Fokus Pasar: BI dan Stabilitas Moneter Indonesia

Senin, 6 September 2021 | 08:36 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) melakukan beberapa inisiatif dalam menjaga stabilitas moneter, mulai dari kebijakan seputar suku bunga, digitalisasi, keuangan hijau hingga koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat.

Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan, empat langkah yang akan dilakukan dalam menghadapi pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pertama, yaitu implementasi bauran kebijakan bank sentral yang akan terus berlanjut. Langkah ini diharapkan menjaga tingkat suku bunga dan menjaga stabilitas nilai tukar.

Kedua, Bank Indonesia juga terus mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan dengan mendukung akselerasi digital banking, teknologi finansial, e-commerce, dan industri sistem pembayaran. Digitalisasi dinilai, dapat mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital nasional menjadi game-changer selama pandemi, serta digitalisasi di berbagai bidang lainnya.

Ketiga, berkoordinasi dengan pemerintah dalam memperkuat pemulihan ekonomi, antara lain mendukung dan mempromosikan UMKM. Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia berupaya mendorong program onboarding untuk mendukung UMKM dapat Go Digital. Inklusi dilakukan dalam akselerasi inklusi ekonomi dan keuangan, khususnya pada UMKM dan sektor pertanian melalui klasterisasi, kewirausahaan, akses pembiayaan, dan digitalisasi.

Keempat, Bank Indonesia juga mendorong implementasi ekonomi dan keuangan hijau, melalui dukungan kebijakan makroprudensial yang ramah terhadap lingkungan, antara lain kebijakan pembiayaan berwawasan lingkungan. Hal itu, dilakukan dalam menanggapi tekanan untuk ramah lingkungan yang semakin tinggi, sehingga perlu direspons melalui kebijakan reformasi struktural maupun digitalisasi.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, inisiatif tersebut dapat menjadi tolok ukur baru bagi pemulihan ekonomi di tengah situasi dan kondisi saat ini. Digitalisasi jelas menjadi salah satu poin utama reformasi yang tengah terjadi, sehingga mendorong akselerasi pemulihan ekonomi lebih cepat, dan tentu saja berkelanjutan.

“Hal ini menjadi penting, apalagi Indonesia tengah memasuki era digital yang dimana kita sudah masuk dalam ekosistem tersebut,” jelas Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN