Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan saham melalui layar monitor di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan saham melalui layar monitor di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Jumat, 19 Maret 2021 | 08:37 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan 7DRRR sebesar 3,5%, suku bunga pinjaman 4,25% dan suku bunga simpanan 2,75%. Aksi ini diputuskan setelah melakukan RDG Bank Indonesia, Rabu-Kamis (17-18/3/2021).

Dalam riset harian Pilarmas Sekuritas, Jumat (19/3), keputusan tersebut sejalan dengan komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah dari ketidakpastian pasar keuangan global yang dalam beberapa pekan terakhir ikut memberikan tekanan pada pergerakan rupiah.

Selain itu, sinergi BI dalam menudukung pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan kebijakan makro prudensial akomodatif, akselerasi pendalaman pasar uang, dukungan kebijakan internasional serta digitalisasi systemn pembayaran menjadi fokus dari BI dalam beberapa bulan ke depan.

Hal tersebut sejalan dengan langkah – langkah kebijakan sebagai tindak lanjut sinergi kebijakan KSSK, dimana implementasi dari mempercepat penyaluran kredit perbankan kepada pelaku usaha di sektor – sektor prioritas menjadi fokus Bank Indonesia dalam waktu dekat.

“Tentu hal tersebut yang menjadikan pelaku usaha sedikit menahan diri dalam berekspansi. Hal tersebut seiringan dengan lambatnya respon dari perbankan dalam melakukan penurunan kredit,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Turunnya kualitas kredit sebagai dampak dari pandemi memberikan tekanan pada kenaikan CKPN perbankan yang juga memberikan tekanan pada laba perbankan di tahun 2020. Restrukturisasi kredit yang diperpanjang hingga 2022 tentu menjadikan perbankan lebih berhati – hati dalam melakukan distribusi kredit.

Namun yang jadi permasalahan saat ini bagi pelaku usaha adalah melambatnya daya beli masyarakat yang masih terjadi di akhir kuartal I tahun ini. Adanya momentum lebaran pada kuartal II dinilai tidak berdampak signifikan pada kenaikan daya beli.

Sebelumnya BI juga telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Februari 2021, penurunan suku bunga tersebut berada pada level terendah. Pilarmas melihat pada tahun ini ruang penurunan suku bunga lebih terbatas, hal tersebut seiringan dengan kondisi perekonomian yang diproyeksikan dapat lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN