Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian PPN/Bappenas. Foto: lowongankerjanew.com

Gedung Kementerian PPN/Bappenas. Foto: lowongankerjanew.com

Fokus Pasar: Ekonomi Mulai Pulih, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan 5%

Senin, 25 Januari 2021 | 09:16 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumumkan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun 2021 mencapai 5%.

Pilarmas Sekuritas mengatakan, dengan adanya target tersebut diharapkan Gross National Income/Pendapatan Nasional Bruto per kapita turut meningkat pada kisaran US$ 4.190 sampai US$ 4.330 per kapita. Adapun hasil tersebut dihitung dengan menggunakan Atlas Method.

Selain itu, pemerintah pada tahun ini menyiapkan lima langkah untuk meningkatkan investasi dengan finalisasi rancangan undang-undang terkait ketentuan dan fasilitas perpajakan seperti memudahkan akses pinjaman ke perbankan, kemudian percepatan perizinan berusaha di kementerian dan lembaga lainya melalui sistem Online Single Submission terintegrasi.

Dari segi ekspor, pemerintah juga akan mempermudah investasi dengan orientasi ekspor  dan pemenuhan bahan baku dalam negeri dan ekspor.

“Sejalan dengan naiknya permintaan ekspor Indonesia yang diprediksi mencapai 4,5% akibat pulihnya aktivitas ekonomi dunia,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Senin (25/1).

Pialang melihat pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza
Pialang melihat pergerakan saham di sebuah sekuritas, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Dengan demikian, pemerintah menargetkan adanya peningkatan konsumsi anggaran sebanyak 6,2%. Lebih lanjut, Pilarmas menambahkan, didorong dengan tingkat inflasi yang rendah, perluasan bantuan sosial, dan alokasi kartu pra kerja, peningkatan konsumsi masyarakat diperkirakan meningkat 4,7%,

Sementara itu, para pelaku pasar pada pekan ini sedang menunggu kabar dari pertemuan yang akan dilakukan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), terkait kelanjutan program pembelian obligasi bulanan senilai US$120 miliar.

Pilarmas menjelaskan, para pelaku pasar saat ini sedang dihantui rasa kekhawatiran mengenai pengurangan nilai pembelian obligasi yang akan mendorong aksi jual imbal hasil obligasi pemerintah khususnya terutama pada obligasi dengan durasi jangka panjang.

“Apabila stimulus fiskal lebih besar dari stimulus moneter ada kemungkinan The Fed akan mengurangi kebijakan moneternya dan mulai melakukan tapering off,” kata Pilarmas.

Pilarmas berharap, Ketua The Fed Jerome Powell untuk berkomitmen dalam mendukung pemulihan pasar agar lebih cepat dan kuat. Apabila Powell tidak menyampaikan informasi terkait dengan situasi dan kondisi tapering off, maka ada kemungkinan imbal hasil US Treasury 30 tahun akan kembali naik ke angka 2% dari posisinya saat ini yaitu 1.85%.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN