Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Bank Indonesia. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Fokus Pasar: Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia

Jumat, 10 September 2021 | 08:28 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Kebijakan pemerintah membatasi aktivitas masyarakat pada Juni dan Agustus, menurunkan ekspektasi pelaku pasar yang tercermin dari pergerakan pasar saham yang menurun akhir-akhir ini.

Berdasarkan survey konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), tercatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada bulan Juli menurun dari 80.2 menjadi 77.3 pada bulan Agustus 2021. Penurunan IKK Agustus 2021 terutama disebabkan oleh melemahnya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, penurunan IKK terjadi pada mayoritas kelompok pengeluaran, utamanya kelompok pengeluaran Rp 3 juta dan Rp 1 juta - Rp 3 juta per bulan. Walaupun, pemerintah secara bertahap telah melonggarkan PPKM di berbagai daerah, hal itu belum bisa menjadi optimisme bagi kelompok masyarakat.

“Optimisme masyarakat juga belum pulih jika dilihat dari aktivitas manufaktur yang masih berkontraksi pada Agustus 2021,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Jumat (10/9).

Pasalnya, PMI Manufaktur Indonesia tercatat sebesar 43,7 poin pada Agustus 2021 atau berada di level kontraktif yaitu di bawah 50. Pelemahan indeks PMI dan juga penurunan IKK mengindikasikan perekonomian di kuartal III- 2021 berpotensi melambat. Dengan demikian,  menjadi tanda bahwa kemungkinan besar perekonomian pada kuartal III akan melambat.

Seperti diketahui, konsumsi masyarakat atau rumah tangga memiliki porsi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia.

“Guna menopang pertumbuhan dari konsumsi masyarakat yang berpotensi kembali melemah. Pemerintah pusat dan daerah, perlu memastikan penyaluran bantuan secara lebih cepat untuk membantu kegiatan konsumsi masyarakat dan subsidi tepat pada sasaran,” pungkasnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN