Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham melalui monitor di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham melalui monitor di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Industri Pertanian Mampu Jadi Penopang Pemulihan

Rabu, 2 Juni 2021 | 09:18 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Para pelaku pasar mencermati pemulihan ekonomi yang dapat ditopang oleh sektor pertanian sebagai penggerak utama. Hal itu disampaikan dalam riset yang dirilis oleh Oxford Economics.

Riset tersebut menjelaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang penting dalam penyerapan tenaga kerja dan memastikan ketersediaan pangan dengan harga yang stabil.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2019 lalu, luasnya lahan pertanian yang dimiliki oleh Indonesia mampu memberikan 63,4 juta lapangan kerja. Sedangkan di tahun yang sama, sektor ini menyumbang sebanyak US$ 374 miliar terhadap pendapatan secara nasional.

Adapun pada tahun 2020 lalu, sektor pertanian tersebut cukup sukses bertahan di masa pandemi dengan tetap mengalami pertumbuhan sebesar 2% dan berkontribusi terhadap PDB sebesar.US$ 8.2 miliar

Pilarmas Sekuritas menilai, penyerapan lapangan pekerjaan sangat penting dan cukup krusial dalam memberikan pemerataan ekonomi daerah dan juga kontributor terhadap pendapatan pajak.

“Pembuat kebijakan perlu menciptakan kondisi yang kondusif guna memperkuat sektor pertanian sebagai pilar perekonomian Indonesia,”jelas Pilarmas, Rabu (2/6).

Meski demikian, pertumbuhan pada sektor pertanian ini tidak lepas dari berbagai macam risiko, salah satunya rentan terhadap perubahan dari segi penawaran, permintaan dan juga dapat terpengaruhi oleh kebijakan fiskal. Faktor lainnya yakni Covid-19.

Berdasarkan data yang dikutip Pilarmas Sekuritas dari Laporan Fiscal Risk Assessment Framework menyebutkan, bahwa Indonesia termasuk negara yang paling berisiko di Asia dari penyesuaian fiskal setelah Covid-19, bahkan lebih dari Tiongkok, India, dan negara-negara Asia yang memiliki ekonomi dengan penghasilan tinggi lainnya.

Laporan tersebut memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengembangkan kebijakan fiskal yang penuh pertimbangan dan tidak menghambat pemulihan industri pertanian.

Adapun tiga syarat yang harus dipenuhi antara lain memanfaatkan pendidikan untuk mempengaruhi perilaku, mendukung standar regulasi terhadap pajak dan menjaga komunikasi yang konsisten dengan industri.

“Tentu kami berharap, pemulihan pada salah satu sekit industri seperti pertanian dapat memberikan efek domino kepada semua industri yang sebelumnya juga terdampak pandemi agar dapat mendorong pemulihan ekonomi yang lebih cepat,” pungkas Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN