Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Pengunjung melintas di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Fokus Pasar: Investasi Asing d Indonesia Meningkat

Rabu, 28 Juli 2021 | 08:41 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pelaku pasar mencermati pernyataan dari Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia yang menyebutkan, raihan total investasi yang masuk ke Indonesia di kuartal-II 2021 sebanyak Rp 223 triliun.

Dalam riset hariannya Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, realisasi tersebut naik 1,5% secara kuartalan dan 16,2% secara tahunan.

Selain itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 106,2 triliun atau 47,6% dari total investasi. Angka tersebut meningkat 12,7 secara tahunan.

Sedangkan, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp 116.8 triliun atau naik 52,4% dari total investasi.

“Realisasi tersebut naik 4,5% dari kuartal sebelumnya dan 19,6% secara tahunan naiknya antusias investasi dari PMA, saat ini tentu menjadi indikasi baik bagi Indonesia. Hal ini mengacu pada pandangan negara lain terhadap prospek pertumbuhan ekonomi serta investasi,” jelas Pilarmas, Rabu (28/7).

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan special remaks pada acara Investor Daily Summit (IDS) 2021 hari ke-3 pada Kamis (15/7).
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia 

Pilarmas menambahkan, sebaran dari PMA kali ini cukup beragam. Berdasarkan data Bahlil, Swiss dan Belanda masuk ke dalam jajaran lima besar. Secara rinci, Belanda ada di posisi ke-4 dengan nilai US$ 1,3 miliar (8,2%). Posisi pertama ditempati Singapura senilai US$ 4,7 miliar (30.1%) dan kedua Hongkong senilai US$ 2,3 miliar (14,5%).

Dilihat dari sebarannya, investasi di luar Jawa Rp 113,8 triliun atau 51% dari total investasi. Angka tersebut naik 24,6% dibandingkan tahun lalu. Lalu di Jawa Rp109,2 triliun atau 49% dari total investasi. Realisasinya tumbuh 8,6% dibandingkan tahun lalu.

Sebaran investasi yang mulai berada di luar pulau Jawa tentu menjadi indikasi baik bagi pemerataan ekonomi ke depan. Sejalan dengan pernyataan Bahlil yang belum melakukan revisi terkait raihan target investasi yaitu sebesar Rp 900 triliun.

“Kami menilai target tersebut masih dapat tercapai, pandemi tidak terlalu memberikan hambatan bagi aliran modal masuk tersebut. Namun tentu investor akan tetap memperhatikan progress pemulihan dari kesehatan di tanah air. Hal ini tentu akan memberikan kepercayaan diri bagi investor asing dalam mengakselerasi keputusan bisnis mereka,” pungkas Pilarmas.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN