Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Para tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Brooklyn, New York, AS. Sumber: bbc.coim/AFP/Gety Images)

Para tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Brooklyn, New York, AS. Sumber: bbc.coim/AFP/Gety Images)

Fokus Pasar: Jumlah Kasus Covid-19 Terus Meningkat di AS

Muhammad Nabil Alfaruq, Rabu, 1 Juli 2020 | 09:29 WIB

JAKARTA, investor.id — Jumlah kasus korban yang terkena infeksi virus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) terus meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah penderita yang rawat inap meningkat di 12 negara bagian.

Dokter Amerika Anthony Fauci mengatakan, korban baru karena wabah Covid-19 dapat meningkat menjadi 100 ribu per hari, naik dari level saat ini yang berkisar di 40 ribu. “Amerika sedang menuju ke arah yang salah, dan jumlah kasus harian akan bertambah 2 kali lipat jika situasi dan kondisi tidak berubah. Angka tersebut pada akhirnya berbicara sendiri, dan saat ini di AS tidak dalam kondisi sepenuhnya terkendali,” ujar dia sebagaimana dikutip dalam riset harian Pilarmas Sekuritas di Jakarta, Rabu (1/7).

Setidaknya, terjadi peningkatan di 12 negara bagian untuk jumlah pasien Covid-19 yang rawat inap. Di Houston, penggunaan ruangan ICU sudah mencapai 97% dari kapasitas normal pada hari Selasa kemarin.

Namun demikian, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence menyebutkan bahwa pemerintah telah siap lebih dari sebelumnya untuk membuka perekonomian. Ia meminta masyarakat untuk menggunakan masker pada saat keluar.

Anggaran Penanganan Pandemi
Dari dalam negeri, pemerintah RI resmi memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020 menjadi 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dalam keadaan darurat dalam menghadapi krisis kesehatan seperti pandemi Covid-19 sekarang, pemerintah memerlukan dana besar untuk fasilitas kesehatan dan membantu ekonomi masyarakat agar tidak semakin terpuruk di saat ekonomi lesu dan menurunnya daya beli masyarakat.

Pemerintah meningkatkan anggaran penanganan dampak pandemi Covid-19 menjadi Rp 695,20 triliun. Hal ini mendorong defisit APBN menjadi Rp 1.039,2 triliun. Artinya, defisit yang tadinya sudah cukup lebar di 5,07% dari PDB dilebarkan lagi ke 6,34% dari PDB.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyatakan bahwa pemerintah akan sangat berhati-hati dalam mengelola anggaran pada tahun ini. Di satu sisi pemerintah ingin tetap hadir di dalam perekonomian dan memberikan banyak stimulus bagi masyarakat, di sisi lain juga harus tetap berhati-hati dengan rasio utang yang akan naik dari 30% PDB menjadi 37,6% PDB hanya dalam waktu satu tahun.

“Namun, kami juga berharap bahwa serapan anggaran di kementerian yang memang memiliki hubungan langsung dengan kesehatan dan perekonomian bisa secepatnya diserap. Sama seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo, jangan sampai menunggu keadaan gawat dulu baru kami bantu,” papar BKF sebagaimana dikutip Pilarmas Sekuritas. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN