Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Perang dagang Amerika Serikat (AS) - Tiongkok. ( Foto ilustrasi: AFP / FILE )

Fokus Pasar: Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok Jadi ‘Booster’ Positif, Tepis Sentimen AS-Iran

Thereis Love Kalla, Selasa, 7 Januari 2020 | 10:29 WIB

JAKARTA, investor.id – Sentimen positif yang bisa mempengaruhi pasar adalah rencana Tiongkok yang akan mengirimkan delegasinya ke Washington, Amerika Serikat (AS), untuk menandatangani kesepakatan perdagangan tahap pertama dengan AS.

Tiongkok bakal mengirim Wakil Perdana Menteri Liu He untuk momen yang sangat dinanti oleh para pelaku pasar. Tim delegasi Tiongkok akan berada di Washington pada 13-15 Januari 2020. Sebelumnya, Tiongkok berencana mengirimkan delegasinya pada awal Januari, tapi tak disangka Presiden AS Donald Trump berkicau di Twitter yang mengatakan bahwa kesepakatan akan ditandatangani pada 15 Januari.

Sejauh ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang mengatakan bahwa kedua pihak tetap berhubungan dan merujuk kepada pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik mengenai kesepakatan perdagangan yang mengacu pada Kementerian Perdagangan dalam briefing regular di Beijing.

“Kesepakatan tersebut masih sesuai rencana. Kami berharap bahwa kesepakatan tersebut segera ditandatangani agar cepat dapat menjadi booster dan vitamin bagi pasar global di tengah tingginya tensi geopolitik yang terjadi saat ini,” sebut Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya, Selasa (7/1).

Sementara itu, tensi antara AS dan Iran kian meningkat. AS terus mengirim tambahan pasukan ke Timur Tengah untuk merespons ketegangan yang terjadi. Sejauh ini, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan meninggalkan Irak atau tidak. AS juga mengirim tiga kapal untuk pindah ke Teluk Persia.

Esper menambahkan bahwa setiap serangan yang akan dilakukan oleh AS tidak akan menargetkan situs-situs budaya seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Trump. Tentu hal ini bertentangan dengan komentar yang disampaikan oleh Trump, meski demikian eskalasi ini akan terus meningkat.

“Meskipun secara tensi naik, namun bukan berarti kita menjadi terlalu khawatir. Kami melihat bahwa masing-masing pihak masih mampu untuk menahan diri. Apabila kita terlalu fokus terhadap tensi, maka sentimen positif yang hadir di pasar akan menghilang. Tentu sudah saatnya para pelaku pasar dan investor mulai mengalihkan perhatiannya terhadap sentimen yang lebih positif,” jelas Pilarmas.

Di sisi lain, harga emas dunia mencatatkan level tertingginya setelah melewati level tertinggi yang pernah terjadi pada bulan 2019. Penguatan harga emas juga diiringi dengan penurunan dolar AS. Hal tersebut pertanda baik bagi negara produsen emas seperti Tiongkok, Australia, Rusia, dan AS, yang mana pelemahan dolar AS dapat menurunkan biaya produksi emas. Sebaliknya, apabila dolar AS menguat signifikan, kemungkinan harga emas turun seiring dengan produktivitas dari perusahaan tambang emas.

“Kami melihat dengan adanya konflik tersebut, kenaikan harga emas sifatnya hanya sementara, dimana kisruh ini tidak terlalu substansial sehingga penurunan dolar AS sifatnya juga hanya terbatas,” ujar Pilarmas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA