Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Pelaku Pasar Cermati Serapan PEN

Kamis, 14 Oktober 2021 | 08:35 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Realisasi dari serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) kini tengah dicermati oleh pelaku pasar, dimana realisasi program PEN hingga 8 Oktober 2021 sebesar Rp 416,08 triliun atau 55,9% dari pagu anggaran Rp 744,77 triliun.

Pilarmas Sekuritas dalam riset nya, Kamis (14/10), serapan anggaran tersebut dinilai cukup rendah sehingga pelaku pasar mengkhawatirkan adanya hambatan dari proses pemulihan ekonomi menjelang akhir semester II dimana konsumsi pemerintah menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun pemulihan.

Pemerintah mencatat realisasi anggaran pada klister Kesehatan mencapai Rp 106,87 triliun atau sebesar 49,7% dari pagu anggaran tahun ini, sedangkan realisasi perlindungan social mencatatkan realisasi Rp 121,5 triliun atau 65,1% dan realisasi program prioritas tercatat sebesar Rp 65,69 triliun atau mencapai 55,7%.

Jika mengacu pada data dari pemerintah, realisasi tertinggi tercatat pada insentif usaha yaitu sebesar Rp 59,99 triliun atau 95,5%, di sisi lain, realisasi terendah tercatat pada insentif UMKM dan korporasi sebesar Rp 62,04 triliun atau 38,2%.

Saat ini pemerintah terlihat terus berupaya mendorong penyerapan anggaran PEN, setidaknya lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 82%. Realisasi anggaran yang masih rendah pada insentif UMKM dan korporasi dinilai masih perlu dukungan dari pemerintah dimana sektor tersebut cukup krusial dan dapat menjadi penentu pemulihan ekonomi yang tidak merata.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN