Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Pelaku Pasar Soroti Pemulihan Ekonomi Tiongkok

Selasa, 13 Juli 2021 | 08:57 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id — Pelaku pasar dan investor kini telah menyoroti pemulihan ekonomi Tiongkok. Rebound Tiongkok yang berbentuk V mulai melambat dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memberikan indikasi sejauh mana pemulihan negeri tirai bambu dapat berjalan.

Pilarmas Sekuritas dalam risetnya, Selasa (13/7), menyampaikan bahwa prospek perubahan perekonomian mulai terlihat ketika Bank Sentral Tiongkok akhirnya memilih untuk memangkas cadangan jumlah uang tunai yang harus dimiliki oleh perbankan untuk mendorong kenaikan likuiditas yang pada akhirnya mendorong penyaluran kredit.

Hal ini sebagai bentuk stimulus ekonomi yang dipersiapkan oleh Tiongkok, meskipun Bank Sentral Tiongkok mengatakan bahwa langkah tersebut bukanlah dorongan stimulus baru.

Pemangkasan cadangan jumlah uang tunai sebanyak 50 bps menjadi sebuah hal yang mengejutankan bagi pelaku pasar dan investor. Perhatian tentu akan tertuju kepada data pertumbuhan ekonomi yang akan keluar pada tanggal 15 Juli mendatang, yang dimana pertumbuhan ekonomi Tiongkok secara YoY pada kuartal ke 2 diperkirakan mengalami penurunan dari 18,3% menjadi 8%.

Meskipun secara kuartal, pertumbuhan ekonomi kuartal ker 2 mengalami kenaikan namun tidak banyak. Penjualan ritel YoY yang diperkirakan melambat dari sebelumnya 12,4% menjadi 10,8% juga menjadi salah satu perhatian pelaku pasar dan investor bahwa daya beli belum pulih seutuhnya.

Pemulihan yang goyah menyebabkan proyeksi pemulihan ekonomi di Tiongkok semakin abu-abu, karena dorongan daya beli dari dalam negeri juga turut menentukan seberapa jauh Tiongkok bisa melangkah untuk menuntaskan fase pemulihan.

Perekonomian selalu diharapkan untuk mengalami kenaikkan sejak rebound Tiongkok pertama kali, dan tentu saja pemulihan diharapkan dapat terjadi sepanjang ekspektasi permintaan terpenuhi. Namun masalahnya pemulihan ekonomi Tiongkok belum berada di fase puncak, dimana seharusnya perlambatan pemulihan ekonomi Tiongkok tidak terjadi secepat ini.

Beberapa proyeksi mengatakan bahwa perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini mungkin akan lebih besar dari 5 tahun yang lalu. Apabila ini terjadi terus menerus, dan apabila Tiongkok tidak bisa konsisten untuk menjaga pemulihannya, maka bukan tidak mungkin perlambatan di Tiongkok akan terus terjadi.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN