Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham melalui layar monitor komputer di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham melalui layar monitor komputer di Jakarta, belum lama ini. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Fokus Pasar: Pengusaha Tambang Batubara Dapat Relaksasi Royalti 0%

Rabu, 24 Februari 2021 | 08:57 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Terbaru, regulasi mengenai tarif royalti batubara 0% bagi pengusaha tambang telah resmi diterbitkan dalam Peraturan Pemerintah/PP Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Dalam riset harianya, PIlarmas Sekuritas menjelaskan, PP tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam BAB II Pasal 3, dijelaskan pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi, izin usaha pertambangan khusus (IUPK) operasi produksi serta IUPK sebagai kelanjutan operasi kontrak/perjanjian, diberikan relaksasi pengenaan royalti sebesar 0%.

“Relaksasi royalti diberikan agar dapat mempermudah pengembangan dalam meningkatkan nilai tambah batubara,” jelas Pilarmas, Rabu (24/2).

Menteri Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, akan menerbitkan regulasi mengenai tarif royalti gasifikasi batubara 0%. Hal tersebut bertujuan untuk mendorong program hilirisasi, khususnya pengembangan Dimethyl Ether atau DME.

Adapun ketentuan lebih lanjut mengenai besaran, persyaratan, dan tata cara pengenaan royalti ini akan diatur dalam Peraturan Menteri dan harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan.

Sejauh ini, beleid tersebut tengah disusun di internal Kementerian ESDM untuk membahas teknis aturan, kriteria dan tata cara pemberian insentif agar tidak mengurangi penerimaan negara.

Di sisi lain, PIlarmas melanjutkan, pemerintah juga dikabarkan akan menetapkan harga khusus batu bara untuk penggunaan gasifikasi. Ketentuan itu nantinya akan masuk dalam rancangan peraturan pemerintah mengenai pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan minerba, dengan skema usulan pengeluaran ditambah margin yang diusulkan sebanyak 15%.

“Nantinya, rumusan formula itu tengah disiapkan dalam bentuk peraturan menteri ESDM,” ujar Pilarmas.

Dalam perjalanan kemandirian energi, program DME dinilai Pilarmas dapat menekan impor atas elpiji dimana DME dapat menjadi substitusi guna memenuhi konsumsi batubara kalori rendah guna mendukung operasional PLTU. Emiten PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diharapkan menjadi emiten yang mendapat dampak dari kebijakan tersebut dimana insentif dari pengenaan pajak dapat menurunkan beban pajak perusahaan.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN