Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto Ilustrasi: Investor Daily/IST

Papan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Foto Ilustrasi: Investor Daily/IST

Fokus Pasar: Penurunan Bunga The Fed dan Batalnya Kesepakatan Parsial AS-Tiongkok

Muhammad Ghafur Fadillah, Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:50 WIB

JAKARTA, Investor.id- The Federal Reserve kembali memangkas suku bunga sebesar 25 Bps ke kisaran 1,5-1,75%. Pemotongan ini sesuai dengan rencana The Fed sebelumnya bahwa pemotongan suku bunga dilakukan sesuai dengan data dan prospek ekonomi.

Pilarmas Sekuritas menilai langkah Gubernur The Fed Jerome Powell sudah tepat di saat kian menurunnya ketegangan perang dagang Amerika Seriat (AS) dan Tiongkok, begitu pula dengan Brexit.

"Namun kita tidak pernah tahu bagaimana dengan data yang muncul dalam beberapa bulan ke depan atau hingga Desember 2019 nanti. Kami melihat bahwa fokusnya The Fed tidak berubah, yaitu masih melihat pergerakan inflasi yang diharapkan sesuai target yang ditetapkan 2%," Jelas Pilarmas dalam keterangan resmi di Jakarta. (31/10).

Pilarmas menambahkan secara keseluruhan ekonomi AS masih bisa bertahan dalam guncangan perang dagang. Bahkan, Department Perdagangan menyampaikan pertumbuhan ekonomi 1,9%, lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya berkisar di 1.6%.

"Sejauh ini kami menilai bahwa pertumbuhan ekonomi yang masih positif, pengangguran yang rendah dalam kurun waktu 50 tahun, serta pasar tenaga kerja yang kuat menjadi salah satu bekal penting bagi The Fed terkait sikap optimis pertumbuhan ekonomi AS, meskipun inflasi masih belum tercapai," papar Pilarmas.

Selain faktor tersebut, Pilarmas Sekuritas, pemodal sedang dikejutkan dengan kabar kemungkinan batalnya kesepakatan parsial AS dan Tiongkok. Pasalnya, Chille sebagai tuan rumah acara KTT Ekonomi Asia Pacific membatalkan acara yang dihelat pada November 2019 akibat ketidakstabilan keamanan yang dipicu demonstran. Sebelumnya, AS dan Tiongkok sendiri berencana untuk menandatangani kesepakatan parsial tersebut saat KTT Ekonomi Asia Pacific.

Sejauh ini masing-masing pihak masih terus mencari lokasi lain sebagai tempat penandatangan kesepakatan tahap pertama. Hal tersebut sangat disayangkan, apabila perjanjian akhirnyai batal. "Dengan kemungkinan batal tersebut, kami melihat bahwa ketidakpastian masih mempengaruhi sentimen negatif terhadap pasar. Namun kita berharap yang terbaik, agar sekiranya kesepakatan ini bisa diselesaikan setidaknya sampai dengan tahap pertama dalam waktu yang sesingkat singkatnya," kata Pilarmas.

Beralih ke dalam negeri, Pilarmas Sekuritas menyebutkan, pemodal sedang menunggu rilis GDP kuartal III pekan depan. Sejumlah ekonom memberikan pandangan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 hanya 5% dan sepanjang tahun ini diperkirakan tumbuh 5,1%. Surplus neraca perdagangan dinilai tidak banyak mendorong pertumbuhan ekonomi dimana ekspor dan impor masih tertekan akibat perang dagang AS dengan Tiongkok.

Gubernur Bank Indonesia juga memberikan pandangan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal III masih berada pada kisaran 5.05%. Dia menyatakan, secara umum konsumsi setelah kuartal III/2019 membaik, dan konsumsi rumah tangga bisa bergerak sekitar 5,% lebih. Perbedaannya, pada kuartal III/2019 ini, pertumbuhan ekonomi tidak banyak ditopang oleh Konsumsi Lembaga Nonprofit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) pasca pemilu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA