Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Tiongkok. AFP / Johannes EISELE.

Foto ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Tiongkok. AFP / Johannes EISELE.

Fokus Pasar: Perang Dagang Berakhir?

Nabil Al Faruq, Jumat, 11 Oktober 2019 | 10:06 WIB

JAKARTA, investor.id — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberikan pidato yang optimistis dalam pembicaraan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok. Pertemuan tersebut berjalan dengan positif.

AS dan Tiongkok pada akhirnya bersedia bekerja sama untuk mencapai kesepakatan parsial dan meninggalkan beberapa masalah yang kontroversial dalam diskusi selanjutnya. Namun, Trump lebih memilih untuk mendapatkan kesepakatan yang lengkap.

Sementara itu, beberapa sumber mengungkapkan, AS akan menunda kenaikan tarif yang semula direncanakan pada 15 Oktober mendatang. “Tentu hal ini merupakan sesuatu yang sangat baik, karena ada keinginan yang tulus dari AS untuk bisa datang ke meja perundingan dengan situasi dan kondisi yang tenang,” sebut Pilarmas Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (11/10).

Hal yang sama dilakukan oleh Tiongkok. Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Liu He mengatakan, pihaknya bersedia bernegosiasi dengan AS mengenai permasalahan yang selama ini menjadi perhatian, seperti neraca perdagangan, akses pasar, dan perlindungan investor.

Sebagai bagian dari kesepakatan bersama, White House tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan pakta mata uang yang sebelumnya disepakati oleh Tiongkok sebagai bagian dari kesepakatan parsial pertama.

“Pelaku pasar cukup senang apabila ada kesepakatan parsial bersama antara AS dan Tiongkok, karena mereka melihat bahwa kesepakatan kecil ini akan menjadi batu loncatan bagi kesepakatan lainnya,” ungkap Pilarmas Sekuritas.

Pada pekan lalu, Trump juga menyetujui pemberian lisensi terhadap beberapa perusahaan AS untuk menjual beberapa suku cadang yang tidak sensitif terhadap Huawei Technologies. “Kami melihat pada akhirnya hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat positif bagi pasar untuk menutup akhir pekan,” ujar Pilarmas.

Sementara itu, di Britania Raya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah bertemu dengan rekannya dari Irlandia, Leo Varadkar, untuk melanjutkan pembicaraan mengenai Brexit. Mereka telah melakukan diskusi yang terperinci dan konstruktif. Keduanya percaya bahwa kesepakatan adalah kepentingan bagi semua orang, dan mereka setuju ada jalan untuk menuju Brexit.

Menurut Pilarmas Sekuritas, hal ini pada akhirnya akan mengakhiri kebuntuan yang sangat panjang dan akan mengurangi ketidakpastian global. Ketika ketidakpastian global berkurang, maka akan menjadi sesuatu yang sangat baik bagi pergerakan pasar.

Di sisi lain, ekonom Bank Dunia (World Bank) Andrew Manson memprediksi pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik mengalami perlambatan pada 2019-2021.

Pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik diproyeksikan melambat dari 6,3% pada 2018 menjadi 5,8% pada 2019. Selanjutnya, pada 2020 dan 2021, pertumbuhan ekonomi diprediksi masing-masing sebesar 5,7% dan 5,6%.

Perlambatan tersebut tentunya merupakan dampak akan ketidakpastian perang dagang antara AS dan Tiongkok, perlambatan pertumbuhan di kawasan Eropa, dan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Laporan riset Bank Dunia mengungkapkan, perlambatan yang lebih cepat dari yang diperkirakan di Tiongkok, Eropa, dan AS dapat semakin memperlemah permintaan ekspor di kawasan Asia Pasifik.

Sementara itu, di dalam Negeri, Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal III-2019 yang melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal III-2019 yang sebesar 13,39% atau turun 5,78% dari kuartal sebelumnya yang mencapai 19,17%. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA