Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang batubara. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Tambang batubara. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Fokus Pasar: Saatnya Saham Tambang Batubara!

Nabil Al Faruq, Jumat, 17 Januari 2020 | 10:30 WIB

JAKARTA, investor.id — Pemerintah telah menyusun jaminan perpanjangan operasi tambang batubara Indonesia, baik melalui revisi PP 23 tahun 2010 maupun rancangan omnibus law. Namun, tahapan revisi ini masih menunggu kesepakatan Kementerian BUMN untuk proses selanjutnya, yakni pengesahan dan pengundangan.

Perpanjangan diberikan dengan mempertimbangkan pendapatan negara. Selain itu, pasal 112 versi revisi juga mengusulkan PKP2B bisa memiliki wilayah sesuai dengan rencana kerja yang telah disetujui menteri. “Artinya, tidak ada lagi pembatasan 25 ribu hektare seperti aturan sebelumnya,” sebut Valbury Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (17/1).

Valbury menegaskan, revisi ini juga akan mempermudah bagi penambang dan menjaga kesinambungan bagi pengusaha karena baik perpanjangan pertama maupun kedua, tanpa perlu ada proses lelang setelah berakhirnya kontrak. “Sentimen ini diperkirakan memberikan dampak positif bagi sektor tambang batubara,” ujarnya.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 mencatat defisit US$ 0,03 miliar atau menurun signifikan dibandingkan dengan defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$ 1,39 miliar. Perkembangan ini terutama dipengaruhi oleh surplus neraca perdagangan nonmigas akibat penurunan impor nonmigas untuk seluruh jenis barang dan disertai oleh kinerja ekspor nonmigas yang membaik. 

Kemudian, defisit neraca perdagangan migas menurun ditopang oleh peningkatan ekspor migas di tengah kinerja impor migas yang stabil. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada tahun 2019 mencatat defisit sebesar US$ 3,2 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 8,7 miliar. 

“Kondisi tersebut ditopang oleh penurunan kinerja impor yang didukung oleh kebijakan substitusi impor di tengah kinerja ekspor yang belum kuat seiring dengan perlambatan ekonomi global dan turunnya harga komoditas,” papar Valbury Sekuritas.

Dari sisi global, DPR Amerika Serikat (AS) menyepakati resolusi untuk melanjutkan dakwaan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump ke Senat untuk dipersidangkan. 

Sementara, Partai Demokrat menguasai DPR, sedangkan Trump di Partai Republik menguasai Senat dan semuanya ini bisa dipastikan akan membebaskan Trump dari dakwaan. “Diperkirakan Partai Republik menentang resolusi untuk meneruskan dakwaan pemakzulan ke Senat. Namun, kasus ini bisa memengaruhi kampanye Trump November ini,” tutur Valbury.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA