Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi IPO. Foto: Pixabay.

Ilustrasi IPO. Foto: Pixabay.

'Fund Raising' Jalan Terus, 28 Aksi Korporasi Disiapkan

Farid Firdaus, Minggu, 26 April 2020 | 19:34 WIB

JAKARTA, investor.id – Penggalangan dana (fund raising) di pasar modal terus berjalan. Bursa Efek Indonesia (BEI) setidaknya telah mengantongi rencana 28 aksi korporasi dalam pipeline. Rinciannya, 18 rencana penawaran umum perdana (initital public offering/IPO) saham, 4 penerbitan obligasi baru, 5 Exchange Traded Fund (ETF) dan 1 Dana Investasi Real Estate (DIRE).

Hingga 23 April, BEI telah merealisasikan 30 pencatatan emisi efek. Dari jumlah tersebut, 26 di antaranya merupakan emisi saham, 3 adalah ETF, dan 1 Efek Beragun Aset (EBA).

Adapun jumlah investor pasar modal tumbuh sebesar 8% menjadi 2,68 juta single investor identification (SID) hingga akhir Maret 2020 dibandingkan akhir 2019. Dari total 2,68 juta SID, sebanyak 42,6% merupakan investor saham. Posisi per akhir Maret 2020 tersebut meningkat 5% dibanding akhir tahun lalu.

“Kebijakan auto rejection asimetris dan trading halt yang berlaku sejak 12 Maret 2020 cukup berhasil menahan harga saham tidak turun lebih dalam,” kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam konferensi pers virtual. Pada Maret lalu, terjadi tekanan jual secara besar-besaran atau panic selling yang dilakukan oleh para investor.

Sementara itu, Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, total penggalangan dana di pasar modal melalui IPO, penawaran umum terbatas atau rights issue, dan emisi bersifat utang dan sukuk (EBUS) korporasi mencapai Rp 27,81 triliun per 9 April 2020.

Jumlah perusahaan yang efektif melaksanakan IPO sebanyak 21 emiten dengan nilai emisi sebanyak Rp 2,05 triliun. Sedangkan emiten yang menggelar penawaran umum terbatas tercatat sebanyak 4 emiten dengan total nilai emisi Rp 4,4 triliun.

Aksi rights issue tersebut direalisasikan oleh PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dengan nilai emisi Rp 1,31 triliun, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) senilai Rp 956,84 miliar, PT Bank Artos Indonesia Tbk (ARTO) senilai Rp 1,34 triliun, dan PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) senilai Rp 803,33 miliar.

Untuk penerbitan EBUS, OJK mencatat telah terealisasi 18 penerbitan dengan nilai emisi hingga Rp 21,35 triliun hingga 9 April 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN