Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
gajah tunggal

gajah tunggal

Gajah Tunggal Gelar "Tender Offer" Obligasi Global US$ 250 Juta

Rabu, 9 Juni 2021 | 17:48 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA , Investor.id - PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) akan menggelar penawaran tender (tender offer) pembelian kembali obligasi global (global bond) senilai US$ 250 juta. Tender offer dengan tujuan pembiayaan kembali (refinancing) ini akan dilaksanakan dengan menawarkan obligasi global baru.

Berdasarkan keterbukaan informasi di bursa efek Singapura pada Rabu (9/6), tender offer akan berlangsung sejak 9 Juni 2021 hingga 18 Juni 2021. Bertindak sebagai dealer manager dalam tender offer ini adalah Credit Suisse (Singapore) Ltd dan Deutsche Bank AG, Singapore Branch. "Nilai pokok surat utang dari tender offer tidak kurang dari US$ 175 juta," tulis manajemen.

Adapun global bond senilai US$ 250 juta ini diterbitkan perseroan pada 2017. Obligasi global ini dilepas dengan tingkat bunga 8,37% dan jatuh tempo pada 2022.

Sementara itu, Gajah Tunggal akan menerbitkan global bond sebesar US$ 270 juta. Berdasarkan prospektus, global bond baru ditargetkan jatuh tempo secepat-cepatnya pada 2026 atau jangka waktu lain yang ditentukan direksi perseroan.

Sedangkan tingkat suku bunga akan diumumkan kemudian atau maksimal 9% sesuai dengan kondisi pasar. Nantinya dana hasil emisi dimanfaatkan perseroan untuk membiayai kembali obligasi global US$ 250 juta yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2022.

Manajemen Gajah Tunggal menjelaskan, aksi penerbitan surat utang baru akan membuat posisi likuiditas perseroan lebih baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini mengingat surat utang baru akan memperpanjang jatuh tempo kewajiban perseroan dari jangka pendek menjadi jangka panjang.

Tahun lalu, Gajah Tunggal membukukan laba bersih Rp 320,37 miliar, meningkat 19,05% dibanding 2019 sebesar Rp 269,1 miliar. Sedangkan penjualan turun 15,69% menjadi Rp 13,43 triliun pada 2020, dibanding 2019 sebesar Rp 15,93 triliun.

Lonjakan laba bersih tersebut didukung penurunan beban penjualan, umum dan administrasi, dan beban keuangan. Keuntungan juga ditopang oleh raihan keuntungan lain-lain bersih senilai Rp 102,74 miliar. Adapun dengan kas dan setara kas perseroan akhir 2020 melonjak dari Rp 635,18 miliar menjadi Rp 1,04 triliun. Sedangkan jumlah liabilitas perseroan turun dari Rp 12,62 triliun menjadi Rp 10,92 triliun.

Tahun ini, Gajah Tunggal mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 30 - 40 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kinerja perseroan. Belanja modal tersebut akan difokuskan untuk perawatan dan peremajaan mesin-mesin serta alat berat. Selain itu, capex juga digunakan untuk melunasi akuisisi tanah PT Softex Indonesia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN