Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Repower Asia Indonesia Tbk Aulia Firdaus (tengah) bersama mitra bank usai penandatanganan kerja sama penyaluran KPR di Jakarta, Senin (2/3/2020). Kali ini, Repower menggandeng BPD Kalsel, Bank Panin Dubai, dan Bank Syariah Mandiri.

Direktur Utama PT Repower Asia Indonesia Tbk Aulia Firdaus (tengah) bersama mitra bank usai penandatanganan kerja sama penyaluran KPR di Jakarta, Senin (2/3/2020). Kali ini, Repower menggandeng BPD Kalsel, Bank Panin Dubai, dan Bank Syariah Mandiri.

Garap Perumahan, Repower Asia Indonesia Investasi Rp 9,2 Miliar

Nabil Al Faruq, Senin, 2 Maret 2020 | 13:51 WIB

JAKARTA, investor.id — Emiten properti, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada tahun ini sebesar Rp 9,2 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan oleh perseroan untuk membangun landed house Botanical Puri Asri (BPA) yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. 

“Di tahun ini kami menyiapkan capex untuk pembangunan Botanical Puri Asri. Per unit nya kami menjual dengan harga Rp 1,3 miliar hingga Rp 2,8 miliar. Kemudian market yang kami sasar adalah end user,” ujar Direktur Marketing Repower Asia Indonesia Andy K Natanel di Jakarta, Senin (2/3).

Menurut Andy, pasar end user saat ini dinilai sangat menguntungkan dan tidak terpengaruh dengan pasar yang masih dihantui oleh virus corona. Pasalnya mereka tidak membeli rumah untuk investasi melainkan untuk tempat tinggal. Berbeda dengan para investor yang membeli untuk investasi. Sehubungan dengan hal ini, prospek bisnis perseroan diharapkan juga akan tumbuh dengan adanya penurunan suku  bunga Bank Indonesia (BI).

“Seharusnya ini bisa menambah keinginan masyarakat untuk membeli properti. Kami meyakini bahwa kemampuan pasar untuk membeli properti itu masih sangat besar, namun kemaunnya yang masih kurang. Untuk itu kami akan menciptakan kemauan tersebut dari produk-produk yang kami luncurkan,” ujar dia. 

Untuk produk landed house BPA, perseroan berencana untuk melakukan sedikit rebranding dan mengumumkan produk baru saat launching nanti. 

Lebih lanjut, perseroan juga tengah mempersiapkan belanja modal sebesar Rp 11-18 miliar. Capex ini dipergunakan untuk membangun proyek perseroan yang berlokasi di Tangerang dan Bekasi Timur.

Land bank di Tangerang memiliki luasan tanah 1,1 hektar dan yang akan dibangun adalah high rise. Sedangkan Bekasi Timur mempunyai luasan tanah 1,4 hektar dan bangunan yang juga akan dibuat high rise. 

Gandeng 3 Bank

Pada kesempatan yang sama, perseroan menjalin penandatanganan nota kesepahaman bersama (Memorandum of Understanding/MOU) terkiat KPR dengan tiga bank, yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan. 

Kehadiran tiga bank baru ini melengkapi empat bank lainnya yang sebelumnya telah digandeng oleh Repower pada Desember 2019, yakni PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank BNI Syariah, PT Bank Tabungan Negara Tbk, dan PT Bank Panin Tbk. 

Pada tahun 2019, perseroan mampu mendongkrak penjualan sebesar 275% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang memperoleh Rp 7,8 miliar menjadi Rp 21,6 miliar. Dengan digaetnya tiga bank baru ini, pihaknya berharap dapat mempercepat penjualan di tahun 2020. 

“Kami optimistis dengan semakin banyaknya bank yang menjadi penyalur KPR, akan mempercepat penjualan untuk memenuhi target penjualan tahun 2020 yang sekitar Rp 72,92 miliar. Selain itu, penambahan mitra kerja sama ini juga menambah fasilitas promosi produk Repower,” ujar Andy. 

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan Agus Syabarrudin mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Repower karena dinilai memiliki pengalaman yang cukup lama dan baik di bidang pengembangan perumahan. Selain itu, bunga acuan turun 0,25% menjadi 4,75%.

"Kami mengharapkan dengan posisi bunga saat ini pasar merespons dengan baik terutama untuk industri properti," tandas Agus.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN