Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Perigi Raja Terpadu, Indra Buana  menjelaskan kejasama , Perigi Logistics dengan Garuda Indonesia, Sabtu (14/5/2022).

Direktur Utama PT Perigi Raja Terpadu, Indra Buana menjelaskan kejasama , Perigi Logistics dengan Garuda Indonesia, Sabtu (14/5/2022).

Garuda Indonesia (GIAA) Gandeng Perigi Logistics Bidik Pasar E-Commerce

Sabtu, 14 Mei 2022 | 16:31 WIB
Hendro Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Maskapai penerbangan, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berkolaborasi dengan PT Perigi Raja Terpadu (Perigi Logistics) dengan menambah fasilitas gudang baru dan meningkatkan sistem keamanan kepabeanan. Aksi korporasi ini untuk memperkuat layanan pasar logistik impor dan e-commerce.

Melalui layanan ini, pengiriman barang logistik impor dan e-commerce turut ditunjang dengan sistem dan peralatan terbaru yang terintegrasi dengan smart conveyer belt dan terhubung langsung dengan sistem bea cukai. Sehingga proses pelayanan impor akan lebih cepat dibanding sebelumnya.

"Proses peningkatan layanan ini penting karena e-commerce telah menjadi sektor utama dalam kegiatan ekonomi dan menciptakan permintaan yang sangat pesat terhadap layanan logistik pengiriman barang," ucap Direktur Utama PT Perigi Raja Terpadu (Perigi Logistics), Indra Buana dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (14/5/2022).

Berbagai penyedia jasa logistik mencatatkan peningkatan pengiriman barang hingga 30 persen semenjak adanya pandemi Covid-19. Menurut Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, nilai transaksi e-commerce pada tahun 2030 diproyeksikan mengalami peningkatan tajam.

E-commerce akan menguasai lebih dari 34 persen pasar digital Indonesia pada tahun 2030 atau menyumbang sebesar Rp1.908 triliun. Hal ini akan diikuti oleh industri turunannya yaitu pelaku bisnis kepada mitra usaha (business-to-business/B2B) sebesar Rp763 triliun, dimana kegiatan logistik dan supply chain bakal masuk di dalamnya.

Indra mengatakan bahwa pengembangan layanan ini merupakan salah satu upaya untuk terus berinovasi memaksimalkan layanan pengiriman logistik yang aman dan terpercaya. Ini juga untuk menghadirkan aksesibilitas kargo yang seamless serta selaras dengan perkembangan pesat sektor ecommerce di Indonesia.

"Peningkatan layanan ini menjadi salah satu upaya kami dalam menghadirkan nilai tambah bagi para pengguna jasa kami, khususnya untuk pengiriman barang impor serta transaksi e-commerce," kata Indra.

"Layanan ini dilengkapi dengan sistem keamanan tercanggih di Indonesia serta terintegrasi dengan serangkaian sistem penunjang pengiriman kargo. Sehingga dapat memperlancar arus lalu lintas barang yang tentunya dapat mengoptimalkan efisiensi waktu pendistribusian barang impor maupun kebutuhan pendistribusian produk ecommerce," tambah Indra.

Dengan tingginya pengiriman barang impor saat ini khususnya e-commerce, pengembangan sistem baru ini akan jauh lebih memudahkan proses penanganan barang pengiriman di warehouse Perusahaan Jasa Titipan serta lebih cepat dan terukur. Sehingga sistem data lebih dapat dimonitor dan diakses oleh para stakeholder yaitu pihak Bea dan Cukai.

Proses menjadi lebih cepat, transparan dan terukur, serta yang lebih penting adalah Bea dan Cukai dapat melakukan pengawasan dan menerima pelaporan Tempat Penimbunan Sementara (TPS) online secara real time.

"Dengan peningkatan layanan ini, kami berharap untuk dapat mengoptimalkan potensi bisnis pengiriman barang impor dengan mengembangkan kerja samanya melalui sistem yang terintegrasi akan memberikan dampak yang positif bagi industri pendukung lainnya," tutupnya.

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN