Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Mulia Boga Raya Tbk, produsen keju Prochiz. Foto: Perseroan.

PT Mulia Boga Raya Tbk, produsen keju Prochiz. Foto: Perseroan.

Garudafood Akuisisi Produsen Keju Prochiz

Jumat, 18 September 2020 | 08:22 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) akan mengakuisisi 55% saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dari sejumlah komisaris dan direktur serta pemegang saham individu lain. Transaksi ini berpotensi menjadikan Garudafood sebagai pengendali baru produsen keju merek Prochiz tersebut.

Direktur Garudafood Paulus Tedjosutikno mengatakan, pada 17 September 2020, perseroan menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mengambil alih 825 juta (55%) saham Mulia Boga milik Lie Po Fung, Sandjaya Rusli, Berliando Lumban Toruan, Agustini Muara, Marcello Rivelino, dan Amelia Fransisca.

“Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan usaha serta memperkuat posisi bisnis perseroan di industri makanan dan minuman,” jelas Paulus dalam keterangan resmi.

Paulus menambahkan, negosiasi dilakukan secara langsung antara perseroan dengan para penjual. Sementara penyelesaian rencana akuisisi akan dilaksanakan dalam hal para pihak telah mencapai kesepakatan final. Kesepakatan tersebut meliputi aspek usaha, komersial, finansial, dan legal, juga memenuhi syarat-syarat pendahuluan sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman.

Sebagai informasi, terdapat kesamaan antara Garudafood dan Mulia Boga Raya, yakni saham kedua perusahaan sama-sama dikuasai oleh PT Tudung Putra Putri Jaya (TPPJ). Sebanyak 21,52% saham Garudafood dikendalikan oleh TPPJ, sedangkan 14,52% saham Mulia Boga juga dikuasai TPPJ per 31 Agustus 2020.

Adapun TPPJ merupakan entitas akhir atau induk usaha Garudafood. Sementara itu, pada struktur saham Mulia Boga, TPPJ masuk ketika setuju mengambil bagian seluruh obligasi wajib konversi (OWK) senilai Rp 150 miliar pada 25 Juni 2019 yang diterbitkan Mulia Boga.

Selama ini, Garudafood terkenal lewat produk kacang kulit merek Garuda, wafer stick Gery, minuman Okky Jelly, serta makanan ringan lain seperti Chocolatos. Baru-baru ini, Paulus menyatakan bahwa dalam kondisi pandemi semua industri kesulitan untuk bertumbuh, pihaknya merasa beruntung lantaran industri makan dan minuman masih dapat beroperasi meskipun ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini juga menyebabkan perubahan perilaku konsumen menjadi selektif dalam hal konsumsi barang dan jasa dan menurunya tren daya beli konsumen.

“Mitigasi yang kami lakukan yakni dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat pada pabrik-pabrik yang kami miliki demi menjaga kesehatan para karyawan sebagai prioritas utama dan aset berharga bagi kami, sejalan dengan implementasi Business Continuity Plan (BCP) yang diatur dan dimonitor dengan serius dan ketat oleh manajemen sejak awal pandemi berlangsung,” jelas dia.

Paulus menambahkan, selain menjaga kesehatan karyawan, perseroan juga menerapkan berbagai efisiensi biaya operasional dan berupaya menciptakan terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan penjualan melalui jalur distribusi, segmen dan pangsa pasar yang baru, serta peluncuran produk baru yang inovatif.

“Kami juga memutuskan untuk menunda berbagai proyek-proyek investasi yang sebelumnya telah kami rencanakan tanpa mengurangi kemampuan perusahaan dalam melayani dengan baik konsumennya,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan manajeman Mulia Boga, yang melakukan efisiensi terhadap biaya operasional selama pandemi. Perseroan berupaya merubah startegi demi meningkatkan pendapatan.

Seperti diketahui, perseroan memproduksi keju Prochiz dalam tujuh varian. Perseroan memasarkan keju ini tidak hanya terbatas pada pasar domestik, tapi melakukan distribusi ke sembilan negara. Perseroan telah menjangkau pasar Thailand, Filipina, Maladewa, Brunei, Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Kamboja, dan Seychelles (Afrika Timur).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN