Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gawat, Ini Daftar 11 Emiten yang Terancam Delisting!

Selasa, 18 Januari 2022 | 19:31 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, sebanyak 11 emiten berpotensi dihapus pencatatan sahamnya (delisting), karena perdagangan saham emiten-emiten itu telah dihentikan sementara (suspensi) sejak lama.

Potensi delisting saham 11 emiten tersebut dirilis BEI sejak 3 Januari hingga 18 Januari 2022. Pengumuman yang disampaikan BEI mengacu pada sejumlah peraturan, salah satunya Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat, jika perusahaan tersebut mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sementara, perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai tersebut, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir,” sebut BEI dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Direksi-Komisaris Mundur, Kini BEI Mau Depak Saham Sugih Energy (SUGI) 

Karena itu, terdapat 6 emiten yang sahamnya telah disuspensi selama lebih dari 24 bulan. Berikut nama-nama emiten tersebut:

1. PT Nipress Tbk (NIPS)

2. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

3. PT Polaris Investama Tbk (PLAS)

4. PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA)

5. PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO)

6. PT Hanson International Tbk (MYRX)

Baca juga: Penuhi Free Float, Pengendali AirAsia (CMPP) Lepas 6% Saham ke Publik

Selanjutnya, 5 emiten telah diperingatkan soal potensi delisting, meskipun belum mencapai suspensi saham selama 24 bulan. Berikut nama-nama emiten tersebut:

1. PT Leyand International Tbk (LAPD). LAPD telah disuspensi di seluruh pasar selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 2 Juli 2022.

2. PT Cowell Development Tbk (COWL). COWL telah disuspensi selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 13 Juli 2022.

3. PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO). GTBO telah disuspensi di seluruh pasar selama 18 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 14 Juli 2022.

4. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM). Per 16 Januari 2022, DPUM telah disuspensi selama 6 bulan.

5. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA). BUVA telah disuspensi selama 6 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 16 Juli 2023.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN