Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon Agung. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral

Summarecon Agung. Foto ilustrasi: Investor Daily/Emral

Geliat Summarecon Jelang Akhir Tahun

Jumat, 20 November 2020 | 04:31 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mulai menunjukkan pemulihan segmen bisnis investasi properti yang diharapkan bisa mendorong perolehan laba bersih tahun ini. Begitu juga dengan peluncuran produk baru, khususnya Summarecon Bogor, yang akan menjadi andalan perseroan untuk mewujudkan target marketing sales tahun ini.

Analis Sinarmas Sekuritas Richardson Raymond mengungkapkan, penjualan pemasaran (marketing sales) unit property Summarecon diperkirakan pulih tahun depan dengan target Rp 3,5 triliun dibandingkan perkiraan marketing sales tahun ini setelah revisi Rp 2,5 triliun.

“Kami memperkirakan target marketing sales Summarecon senilai Rp 2,5 triliun bakal tercapai tahun ini, karena didukung oleh penjualan November- Desember 2020. Target penjualan properti tersebut ditopang oleh penjualan yang baik pada proyek Summarecon Bogor,” tulis Richardson dalam risetnya.

Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL
Summarecon. Foto ilustrasi: EMRAL

Menurut dia, tren pertumbuhan penjualan properti tersebut diprediksi berlanjut hingga tahun 2021 dengan perkiraan naik menjadi Rp 3,5 triliun. Asumsi ini didukung oleh ekonomi global dan domestic pada 2021 yang diyakini lebih baik dibandingkan 2020.

Terkait kinerja keuangan Summarecon selama 2020- 2021, Richardson memprediksi turun. Bahkan, dia memangkas target kinerja keuangan Summarecon pada periode tersebut. Faktor utamanya adalah pandemi Covid-19 yang menurunkan daya beli konsumen, khususnya bisnis investasi properti.

Adapun pemulihan tahun depan diperkirakan belum sepenuhnya bisa mengembalikan tingkat keuntungan segmen investasi properti perseroan. Dia merevisi turun target laba bersih Summarecon tahun ini dari Rp 502 miliar menjadi Rp 104 miliar.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi turun dari Rp 6,3 triliun menjadi Rp 4,6 triliun. Sedangkan target laba bersih perseroan tahun 2021 diturunkan dari Rp 524 miliar menjadi Rp 292 miliar. Meski demikian, target laba bersih setelah revisi melonjak dari perkiraan tahun 2020.

Sedangkan perkiraan pendapatan perseroan tahun ini direvisi turun dari Rp 6,52 triliun menjadi Rp 4,6 triliun. Tahun 2019, perseroan mencetak laba bersih dan pendapatan masing-masing Rp 515 miliar dan Rp 4,13 triliun.

Meski proyeksi kinerja keuangan Summarecon tahun ini dipangkas, Richardson tetap merekomendasikan beli saham SMRA dengan target harga Rp 900. Target tersebut merefleksikan diskon 78% dari total target nilai aset bersih (NAV) perseroan.

Ilustrasi apartemen. Foto: summareconserpong.com
Ilustrasi apartemen. Foto: summareconserpong.com

Target tersebut juga merefleksikan perkiraan PBV tahun ini sebesar 1,3 kali dan PE sebesar 44,4 kali. Sedangkan sentimen negatif berasal dari posisi perseroan sebagai pengembang dengan tingkat rasio utang tertinggi dibandingkan perusahaan sejenis.

Mengenai performa keuangan Summarecon pada kuartal III-2020, tampak terlihat penguatan, khususnya pendapatan berkelanjutan (recurring incomes) dibandingkan kuartal II-2020. Margin keuntungan kotor juga menunjukkan peningkatan. Sedangkan beban bunga naik menjadi Rp 220 miliar.

Alhasil, rugi bersih perseroan turun menjadi Rp 22 miliar pada kuartal III-2020. Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano optimistis terhadap realisasi laba bersih Summarecon senilai Rp 155 miliar hingga akhir tahun ini.

Sedangkan rugi bersih perseroan senilai Rp 22 miliar hingga September 2020 dipengaruhi oleh faktor peningkatan beban bunga dan belum pulihnya pendapatan segmen bisnis investasi properti.

“Kami memperkirakan perseroan bisa membukukan lonjakan kinerja keuangan pada kuartal terakhir tahun ini. Hal itu didukung oleh mulai pulihnya segmen pendapatan investasi properti sejak kuartal III-2020,” tulis Victor dalam risetnya.

PT Summarecon Agung Tbk kembali membuka unit unit baru di Rainbow Springs Condovillas yang terletak di area the Springs
PT Summarecon Agung Tbk kembali membuka unit unit baru di Rainbow Springs Condovillas yang terletak di area the Springs

Meski demikian, lonjakan beban bunga akan menjadi pemangkas tingkat keuntungan perseroan tahun ini. Hal itu dipengaruhi oleh masih besarnya rasio utang perseroan mencapai 85% hingga akhir September 2020 dibandingkan posisi akhir tahun lalu senilai 77%.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi turun prospek saham SMRA dari buy menjadi hold dengan target harga Rp 800. Penurunan prospek saham tersebut dipengaruhi oleh harga saham perseroan yang sudah mencapai level di atas Rp 700.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan penurunan laba bersih Summarecon menjadi Rp 155 miliar tahun ini dibandingkan raihan tahun lalu Rp 515 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan diperkirakan turun dari Rp 5,94 triliun menjadi Rp 5,26 triliun

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN