Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Foto: Perseroan.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). Foto: Perseroan.

General Atlantic Komitmen Danai Grup Kalbe US$ 150 Juta

Rabu, 27 Januari 2021 | 23:24 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – General Atlantic menginvestasikan dana sebesar US$ 55 juta pada PT Kalbe Genexine Biologics (KGBio), anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF). General Atlantic yang merupakan private equity asal Amerika Serikat (AS) membuka peluang untuk menambah investasinya menjadi sebesar US$ 150 juta dalam waktu 2-3 tahun mendatang.

Managing Director dan Head of Indonesia General Atlantic Ashish Saboo mengatakan, pihaknya berniat melakukan lebih banyak dari sekadar mengucurkan dana investasi kepada KGBio. Hal ini bisa terlihat dari rekam jejak General Atlantic yang kerap beinvestasi secara jangka panjang pada portofolio investasinya.

“Kami siap tumbuh besar bersama Kalbe, typical investment size kami biasanya sekitar US$ 100-150 juta pada sebuah perusahaan. Jadi pasti ada tambahan investasi dalam dua atau tiga tahun ke depan,” kata dia dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (27/1).

Sebagai informasi, General Atlantic tercatat pernah memimpin investasi seri C senilai US$ 150 juta kepada Ruangguru pada 2019. Dengan cakupan portofolio yang luas, perusahaan juga berani berinvestasi sekitar US$ 870 juta kepada Reliance Jio Platforms di India pada 2020.

Ashish menambahkan, pihaknya akan membantu KGBio merambah pasar luar negeri, yang tidak hanya terbatas pada Asia. Pihaknya melihat potensi pertumbuhan yang signifikan pada KGBio. “Kalau bicara revenue saat ini masih terlalu awal. Tapi, dalam dua hingga tiga tahun, kami targetkan pertumbuhannya bisa triple digit growth,” jelas dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kalbe Farma Sie Djohan mengatakan, bentuk investasi yang dilakukan General Atlantic adalah modal inti atau primary capital. Hal ini membuat General Atlantic menguasai signifikan minoritas saham KGBio.

Porsi General Atlantic diperkirakan tak bebeda jauh seperti kepemilikan saham KGBio oleh Genexine Inc, yang merupakan mitra strategis Kalbe. Sementara, Kalbe tetap menggenggam mayoritas saham. Namun, Sie Djohan belum bisa mengungkap detail porsi saham yang dikendalikan General Atlantic.

Sesuai rencana, KGBio akan menggunakan dana investasi untuk mendanai uji klinik produk-produk biologi, inovasi, dan perluasan portofolio produk KGBio, serta peningkatan kapasitas fasilitas produksi. “Sekitar 50-60% akan digunakan untuk pengembangan produk biologi ataupun biosimilar, sekitar 40% untuk fasilitas manufaktur, dan sisanya untuk pengembangan uji klinis,” kata Sie Djohan.

Dia menambahkan, pihaknya membidik pasar di luar negeri seperti di Asia Tenggara, Taiwan, hingga Timur Tengah dan Afrika Utara untuk memasarkan produk biologi yang dikembangkan KGBio. Pihaknya optimistis, Genexine Inc sebagai mitra yang berpengalaman dalam bioteknologi akan menciptakan produk-produk inovatif untuk KGBio ke depan.

Menurut Sie Djohan, KGBio sebagai perusahaan pengembangan obat biologis selalu membuka peluang untuk mendapatkan mitra demi mempercepat ekspansi bisnis dan pertumbuhan. Di sisi lain, General Atlantic saat ini memiliki fokus pada investasi life science. Hal ini membuat kedua perusahaan menemukan keselarasan dalam visi dan tujuan untuk mendirikan perusahaan obat biologi terintegrasi penuh pertama di Asia Tenggara.

“Kompetitor KGBio itu belum banyak, di Indonesia ada satu fasilitas lain yang mirip tapi belum operasional. Sementara di Singapura banyak fasilitas bagus tapi itu perusahaan multinasional, yang di Thailand ada satu atau dua fasilitas, di Vietnam juga sama,” kata dia.

KGBio telah memiliki lisensi untuk melakukan dua tahap uji klinis lanjutan, yakni PD-1 untuk berbagai indikasi onkologi dan generasi ketiga Erythropoietin untuk chronic kidney disease (CKD) yang diinduksi anemia, serta satu uji klinis awal.

Pada PD-1 Antibody, saat ini sedang diuji untuk pengobatan indikasi multiple tumor dan infeksi hepatitis B kronik. Saat ini, KGBio telah mendapatkan persetujuan uji klinik fase III secara global dan masih dalam proses.

Selanjutnya, pada EPO hyFc atau GX-E4 yang merupakan novel long-acting erythropoietin-hybrid Fc fusion protein, saat ini sedang dilakukan uji klinik fase III untuk pengobatan anemia. Produk ini rencananya akan didistribusikan untuk pasien ginjal kronik di negara-negara Asia Tenggara, Taiwan dan Australia.

Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan antibodi yang masih dalam tahap uji klinis awal yaitu CD73 Antybody. KGBio juga memiliki anak usaha, yakni Innogene Kalbiotech dan memegang saham pengendali di Kalbio Global Medika. Adapun Innogene adalah perusahaan dengan produk berplatform biosimilar, yakni empat obat antibodi monoclonal. Sedangkan Kalbio adalah fasilitas manufaktur produk biologi dengan kapasitas bioreaktor untuk jalur sel mamalia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN