Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Grup GoTo.

Grup GoTo.

GoTo Bidik Dana US$ 2 Miliar dari IPO

Rabu, 28 Juli 2021 | 05:49 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, dikabarkan akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia dan Amerika Serikat (AS). GoTo membidik dana US$ 2 miliar dari penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

Berdasarkan laporan Bloomberg, GoTo berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Namun, sebelum itu, GoTo akan menggalang dana dari bursa AS terlebih dahulu. “GoTo sudah memulai proses penggalangan dana sekitar US$ 1-2 miliar dengan valuasi sekitar US$ 25-30 miliar," ungkap sumber yang mengetahui hal itu, Selasa (27/7).

Sementara itu, perwakilan dari GoTo menolak berkomentar mengenai kabar dual listing tersebut. Namun, seorang sumber menyebutkan bahwa perundingan terus berlangsung dan nilai penggalangan dana bisa berubah.

Adapun GoTo merupakan salah satu perusahaan teknologi yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Hingga akhir 2020, GoTo mencatat total gross transaction value (GTV) lebih dari US$ 22 miliar. GoTo juga memiliki lebih dari dua juta pengendara dan 11 juta mitra merchant per Desember 2020. Sementara, pengguna aktif bulanan mencapai 100 juta orang.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen pernah mengatakan, saat ini ada tiga perusahaan rintisan (start-up) bervaluasi unicorn dan decacorn yang akan mencatatkan sahamnya di BEI. Dia tidak mengungkapkan nama-nama perusahaan tersebut, tapi hanya menyebut total valuasi aset dari tiga perusahaan itu di atas US$ 21,5 miliar atau sekitar Rp 311,7 triliun.

Sebelumnya, Komisaris BEI Pandu Sjahrir mengatakan, selain GoTo dan Bukalapak, terdapat dua unicorn yang berpotensi IPO, yakni PT Global JET Express (J&T Express) dan PT Trinusa Travelindo (Traveloka).

Pada 2020, market cap GoTo diperkirakan mencapai US$ 18 miliar. Kemudian, J&T Express sebesar US$ 7,8 miliar, Bukalapak senilai US$ 5,3-6,05 miliar, dan Traveloka US$ 2,75 miliar. Pandu meyakini, nilai market cap akan jauh lebih besar pada 2021. Hal ini mengingat adopsi teknologi digital yang makin menggeliat di tengah pandemi Covid-19.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN