Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Perseroan)

GOTO Bisa Untung Lebih Cepat, Citi dan CGS-CIMB Sarankan Buy & Hold

Selasa, 26 Juli 2022 | 14:13 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) direkomendasikan buy/hold (beli/simpan) oleh Citi dan hold oleh CGS-CIMB Sekuritas, seiring dengan peningkatan target harga saham GOTO.

Rekomendasi dan perubahan target harga ini mempertimbangkan faktor fundamental yang diyakini akan membawa GOTO meraih keuntungan lebih cepat dari perkiraan.

Manajemen GOTO makin fokus dan konsisten untuk meraih profit. Semua peluang mencetak keuntungan terus dioptimalkan. ”Dengan penurunan ekonomi makro global akibat kenaikan inflasi dan suku bunga, beberapa perusahaan teknologi telah mengubah tone dan lebih mengalihkan fokus mereka ke arah mendorong profitabilitas. GOTO unik karena manajemen telah mengisyaratkan jalur yang berpotensi lebih cepat menuju profitabilitas,” tulis analis CGS-CIMB Sekuritas Ryan Winipta, Baruna Arkasatyo, dan Hadi Soegiarto dalam risetnya.

Baca juga: Ulasan Lengkap Strategi dan Fundamental GOTO, Target Harga Saham Mantap!

Menurut mereka, sebagai perusahaan ekosistem teknologi terdepan dan terintegrasi di Indonesia, dengan penggunaan harian yang tinggi, GOTO memiliki potensi pertumbuhan lebih besar. Saat ini, kekuatan fundamental GOTO ditopang tiga pilar bisnis yaitu on-demand (Gojek), e-Commerce (Tokopedia), dan financial technology (GoTo Financial). Sinergi ketiganya dan kolaborasi mendalam dengan PT Bank Jago Tbk (ARTO) menjadi nilai tambah tersendiri bagi GOTO.

Ryan, Baruna, dan Hadi melalui risetnya mendalami setiap pilar bisnis dengan menganalisis masing-masing subbisnis serta studi kasus di pasar lain dengan lanskap teknologi yang lebih matang. “Dalam pandangan kami, GOTO dapat mengambil manfaat dari sinergi lintas platform dengan Gojek sebagai inisiator. Diskusi kami dengan manajemen telah mengisyaratkan bahwa pendapatan bersih dapat melampaui pertumbuhan pendapatan kotor pada paruh kedua 2022,” ungkap para analis tersebut.

Faktor positif tersebut mendorong CGS-CIMB merekomendasi hold untuk saham GOTO dengan target harga Rp 396. CGS-CIMB juga menilai positif salah satu strategi GOTO, yaitu cross-pollination, yang merupakan sinergi antar platform dalam ekosistem.

Baca juga: Ada Anak Usaha GOTO di Adi Sarana Logistik dan Anteraja Milik Grup Triputra

“Kami percaya bahwa investor dapat mengalihkan fokus mereka ke akselerasi GOTO menuju profitabilitas serta pelaksanaan inisiatif baru yaitu hyper local experience, BNPL, integrasi e-wallet untuk Tokopedia, dan lainnya,” jelas Ryan, Baruna, dan Hadi.

Sementara itu, riset Citi menyematkan target harga lebih tinggi untuk saham GOTO, yaitu Rp 430. Riset ini merekomendasikan buy atau hold untuk saham GOTO.

“Kami merekomendasikan buy/hold dan target harga Rp 430 dengan keyakinan bahwa GOTO semestinya diperdagangkan pada harga premium dibandingkan perusahaan sejenis di regional, mengingat dominasinya di Indonesia,” sebut riset Citi yang disusun oleh Ferry Wong, Ryan Davis, Justian Rama, Alicia Yap, dan Nelson Cheung.

Dalam riset tersebut, Citi memberikan konteks bahwa Indonesia merupakan pasar terbesar di ASEAN. Sementara itu, GOTO merupakan super-apps dengan layanan komprehensif kepada konsumen. Mulai dari layanan on-demand (Gojek), e-commerce (Tokopedia), dan financial technology (GoTo Financial). “Ekosistem dan integrasinya yang kuat adalah katalis utama untuk monetisasi aset lebih optimal,” ungkap riset Citi.

Selain sinergi dan integrasi ekosistem, faktor perubahan sosial juga ikut mempengaruhi kemampuan GOTO untuk meraih profit dan pertumbuhan yang berkelanjutan, antara lain urbanisasi yang cepat, populasi yang terus berkembang, peningkatan gaya hidup, dan kelas menengah yang meningkat. Itu semua meningkatkan prospek GOTO dalam jangka menengah hingga panjang.

Baca juga: Tembus 3 Juta Nasabah, Bank Jago (ARTO) Catat Laba Rp 29 Miliar di Kuartal II

Selain Gojek pada layanan on-demand serta Tokopedia di e-Commerce, Citi juga melihat potensi besar pertumbuhan bisnis GoTo Financial. Terutama, berkat GoPay dan sinergi dengan Bank Jago. “Kontribusi margin yang makin positif, kami yakin, akan dimulai pada awal tahun 2024 dan akan mempercepat jalur GOTO menuju profitabilitas dalam beberapa kuartal ke depan,” ungkap Citi.

Citi juga menyukai GOTO karena fokus lokalnya. Hal ini melindungi GOTO dari risiko intervensi pemerintah asing, seperti yang sering dihadapi perusahaan aplikasi lain di banyak negara. Ditambah, fakta kuatnya ekosistem kolaboratif Tokopedia, Bank Jago, dan Gojek yang cukup mengakar di rumah tangga Indonesia.

Baca juga: Tampil di Forum Y20, Mitra Driver Srikandi Gojek Bikin Sandiaga Uno Terharu

“Tingkat pengambilan yang relatif rendah (low take rates) untuk e-commerce GOTO dan GoTo Financial, dalam pandangan kami, memiliki potensi positif dan akan menghasilkan pendapatan serta profitabilitas yang lebih tinggi. Kami sedikit di depan dibandingkan konsensus dalam menilai pertumbuhan GTV (Gross Transaction Value) dan perkiraan pendapatan,” ungkap Citi.

Citi memproyeksikan GTV GOTO tumbuh 42% pada 2022 menjadi Rp 655 triliun, lalu tumbuh 49% pada 2023 menjadi Rp 974 triliun, dan tumbuh 43% pada 2024 menjadi Rp 1.389 triliun. Pendapatan bersih GOTO diyakini melesat 51% pada 2022 menjadi Rp 23 triliun, kemudian naik 46% pada 2023 menjadi Rp 34 triliun, dan meningkat lagi 41% pada 2024 menjadi Rp 47 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com