Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Keberadaan kendaraan elektrik (electric vehicle/EV) dalam bentuk sepeda motor listrik dari Electrum memperoleh antusiasme dari konsumen Gojek
Sumber: Istimewa

Keberadaan kendaraan elektrik (electric vehicle/EV) dalam bentuk sepeda motor listrik dari Electrum memperoleh antusiasme dari konsumen Gojek Sumber: Istimewa

GOTO Catat Kenaikan Dua Kali Lipat Pemesanan Layanan GoRide Electric

Selasa, 7 Juni 2022 | 15:35 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Keberadaan kendaraan elektrik (electric vehicle/EV) dalam bentuk sepeda motor listrik dari Electrum memperoleh antusiasme dari konsumen Gojek. Pemesanan layanan GoRide Electric naik hingga dua kali lipat, kurang dari lima bulan sejak sinergi uji coba komersial diluncurkan.

Sejalan dengan permintaan yang tinggi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat, lebih dari 70% mitra dalam uji coba komersial mengalami peningkatan pendapatan bersih hingga Rp 46 ribu per hari.

Advertisement

Electrum yang merupakan perusahaan patungan Gojek dan TBS Energi Utama ini juga berhasil mencapai target jarak tempuh 1 juta kilometer hanya dalam jangka waktu tiga bulan. Capaian ini merupakan jarak yang telah ditempuh secara kumulatif oleh ratusan mitra pengendara motor listrik di Jakarta selama masa uji coba komersial pada ragam layanan aplikasi Gojek, seperti GoRide Electric, GoFood, dan GoSend.

Direktur Utama Electrum Pandu Sjahrir mengaku sangat antusias melihat pencapaian yang cukup memuaskan dari uji coba komersial penggunaan motor listrik yang sedang berlangsung. Sebelumnya, jarak tempuh 1 juta kilometer ditargetkan tercapai pada akhir 2022.

Baca juga: Harga Saham Melesat 10%, Market Cap GOTO Peringkat 3 Geser Telkom (TLKM)

“Ini merupakan awal yang baik untuk terus mengembangkan ekosistem EV di Indonesia serta dapat menjadi pertimbangan selanjutnya bagi Electrum untuk meningkatkan jumlah ketersediaan ribuan motor listrik dan memperluas cakupan wilayah operasionalnya,” terang Pandu secara tertulis, Selasa (7/6/2022).

Ia mengapresiasi ratusan mitra pengemudi Gojek karena telah berperan penting dalam memperkenalkan perjalanan serta gaya hidup yang lebih ramah lingkungan di ekosistem Gojek kepada masyarakat.

“Selain itu, kami juga dapat melakukan analisis yang lebih mendalam mengenai penggunaan motor listrik dan metode penukaran baterai paling feasible untuk adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Co-Founder dan CEO Gojek Kevin Aluwi, penggunaan motor listrik Electrum tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga berdampak positif terhadap penghematan biaya operasional harian mitra pengemudi Gojek. Selain peningkatan jumlah order, mitra Gojek yang menggunakan motor listrik dari Electrum diklaim dapat menghemat biaya operasional hingga Rp 700 ribu per bulan.

“Hal tersebut dapat dicapai di antaranya karena ada penghematan pembelian bahan bakar minyak (BBM), penggantian oli dan aki yang tidak perlu lagi dilakukan, serta layanan tersedianya perawatan rutin yang disediakan secara gratis oleh Gogoro bagi motor listrik Electrum yang diproduksi oleh Gogoro,” jelas Kevin.

Baca juga: GOTO dan BUKA Kompak Rebound, Allo Bank (BBHI) dan WIR Asia (WIRG) Masih Tersungkur

CEO GoTo Group Andre Sulistyo menambahkan, perkembangan konkrit dan positif ini dapat memperkuat semangat perseroan untuk mewujudkan komitmen menuju zero emission. Menjadikan Gojek sebagai platform karbon-netral dan menargetkan transisi 100% armadanya menjadi kendaraan listrik pada 2030.

“Hal ini juga sejalan dengan salah satu isu prioritas yang dibawa Pemerintah Indonesia dalam Presidensi G20 terkait transisi energi yang berkelanjutan, yaitu percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik,” ungkap dia.

Antusiasme tinggi terhadap operasional motor listrik Electrum di layanan Gojek juga dapat dilihat dari komentar-komentar positif yang diberikan pelanggan setelah perjalanan. Tidak jarang, mitra pengemudi diminta tolong menjelaskan atau mengambil gambar pelanggan bersama motor listrik.

Indonesia sendiri memiliki pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia, namun penetrasi pasar untuk kendaraan listrik masih relatif rendah. Dengan lebih dari 1,5 juta armada mitra pengemudi GoRide di Indonesia, Andre menilai, Electrum berada di posisi yang baik untuk mendorong tingkat adopsi kendaraan listrik.

Baca juga: Kevin B Aluwi Lepas CEO Gojek demi Komisaris, Bagaimana Pergerakan Saham GOTO? 

Sebelumnya, Electrum sebagai integrator menginisiasi kolaborasi BUMN dan swasta guna mempercepat terwujudnya ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi di Indonesia. Electrum, bersama Pertamina, Gogoro, dan Gesits, bersinergi mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi dan terlengkap di Indonesia.

Guna mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, TBS bersama Gojek juga telah menyatakan rencana investasi sekitar US$ 1 miliar selama lima tahun mendatang.

“Kami bangga dapat berperan aktif dan menjadi #PenggaGASgerakan serta meningkatkan antusiasme serta keingintahuan masyarakat terhadap motor listrik. Harapannya, bukan hanya di Gojek saja tapi perjalanan ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat luas di masa mendatang, demi udara bumi yang lebih bersih, untuk masa depan kita bersama,” papar Pandu.

Serupa dengan komitmen Gojek menuju Zero Emission di 2030, TBS juga berencana mentransformasi usahanya menjadi green business dengan fokus pada pengembangan dan investasi di bidang renewable energy and clean business. (C02)

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN