Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
indomobil

indomobil

Grup Indomobil Kembali Jajaki Pinjaman Luar Negeri

Farid Firdaus, Jumat, 18 Oktober 2019 | 08:09 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) melalui anak usahanya, PT CSM Coporatama (Indorent), akan menggalang sindikasi pinjaman bank asing pada penghujung tahun ini. Perseroan telah menunjuk Sumitomo Mitsui Banking Corp bertindak sebagai arranger aksi tersebut.

Wakil Presiden Direktur Indomobil Multi Jasa Gunawan Effendi mengatakan, saat ini, perseroan masih dalam tahap bank meeting, sehingga belum dapat menyebut nilai target sindikasi yang diincar. “Nanti ketika sindikasi ini sudah diluncurkan, saya akan kembali update,” jelas dia kepada Investor Daily, Kamis (17/10).

Indomobil Multi Jasa sebelumnya telah menaikkan modal dasar Indorent dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2,5 triliun pada 14 Oktober 2019. Seiring itu, modal ditempatkan dan disetor Indorent yang bergerak di bisnis penyewaan mobil ini juga naik menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 649 miliar.

Peningkatan modal disetor tersebut dilakukan dengan cara menerbitkan 375.000 saham tambahan dengan nominal Rp 1 juta per unit. Alhasil, emiten berkode saham IMJS itu harus menyetor modal Rp 375 miliar kepada Indorent. Tambahan modal tersebut membuat Indomobil Multi Jasa sebagai pemilik 1,02 juta saham Indorent, dibandingkan sebelumnya hanya 648.850 saham. Aksi ini bertujuan untuk memperkuat modal Indorent dalam menjalankan bisnis, sehingga meningkatkan kontribusi laba kepada Indomobil selaku pemegang saham.

Adapun, Indomobil Finance juga merupakan anak usaha Indomobil Multi Jasa sempat memperoleh sindikasi senilai US$ 290 juta dari 17 bank dan lembaga keuangan internasional pada Juli 2019. Dana yang diperoleh dari pinjaman ini akan digunakan selama satu tahun ke depan untuk mendukung bisnis pembiayaan perseroan.

Sebelumnya, Gunawan mengatakan, lembaga keuangan yang mengucurkan pinjaman tersebut berasal dari Singapura, Australia, Jepang, Taiwan, Tiongkok dan Indonesia. Sindikasi ini merupakan program kesembilan perseroan dalam memperoleh pinjaman. “Total pinjaman yang berhasil diperoleh sejak pinjaman sindikasi yang pertama sampai dengan sindikasi yang kedelapan mencapai US$ 1,3 miliar,” jelas dia.

Hingga 30 Juni 2019, total pinjaman sindikasi yang telah dilunasi sebesar US$ 842,3 juta atau sekitar 71% dari total pinjaman. Semula, sindikasi kesembilan ini diluncurkan melalui greenshoe option dengan dengan rencaa US$ 100 juta. Ternyata penawaran tersebut mendapatkan respon yang baik dari kreditur sehingga total komitmen dari kreditur mencapai US$ 290 juta atau oversubscribed 2,90 kali.

Untuk mendukung terlaksananya kegiatan pendanaan ini, Indomobil Finance menunjuk ANZ Banking Group Ltd, CTBC Bank Co Ltd., DBS Bank Ltd., OCBC Ltd, Sumitomo Mitsui Banking Corp cabang Singapura, PT Bank BTPN Tbk, Taipei Fubon Commercial Bank Co., Ltd. dan UOB Ltd sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners. Sedangkan yang bertindak sebagai facility agent dan security agent masing–masing adalah CTBC Bank Co., Ltd. dan PT Bank BTPN Tbk.

Selain itu, bank lain yang turut berpartisipasi adalah Bank of China (Hong Kong) Ltd, Taiwan Cooperative Bank, First Commercial Bank, Chang Hwa Commercial Bank, Jih Sun International Bank Ltd, Land Bank of Taiwan, Taishin International Bank Co. Ltd, Taiwan Business Bank, dan Bank Of China (Hong Kong) cabang Jakarta.

“Perseroan pun akan melaksanakan kegiatan lindung nilai (hedging) atas pinjaman sindikasi tersebut dalam rangka memitigasi risiko atas nilai tukar dan fluktuasi suku bunga,” kata Gunawan.

Sebagai informasi, sepanjang tahun ini, Indomobil secara grup mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 3 triliun, atau sama dengan realisasi tahun lalu. Selain memperkuat bisnis kendaraan bermotor dan logistik, emiten Grup Salim ini juga turut menggenjot ekspansi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mini.

Bisnis SPBU mini merupakan hasil kerjasama Indomobil dengan perusahaan asal Texas, Amerika Serikat (AS) ExxonMobil. Bisnis SPBU mini ini dijalankan oleh PT Indomobil Prima Energi sejak tahun lalu.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA