Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rumah sakit. Foto: Metro Pacific Hospital Holdings Inc.

Rumah sakit. Foto: Metro Pacific Hospital Holdings Inc.

Grup Salim Jual Saham Rumah Sakit di Filipina US$ 680 Juta

Farid Firdaus, Selasa, 15 Oktober 2019 | 20:49 WIB

JAKARTA, investor.id – Metro Pacific Investments Corp (MPIC), perusahaan yang dikendalikan Grup Salim, menjual sebagian sahamnya pada pengelola rumah sakit di Filipina, Metro Pacific Hospital Holdings Inc, kepada KKR & Co dan Government of Singapore Investment Corp (GIC). Nilai transaksinya US$ 680 juta atau setara 35,3 miliar peso.

Chairman MPIC dan Metro Pacific Hospital Manuel V. Pangilinan mengatakan, kemitraan dengan KKR merupakan kelanjutan dari hubungan kerja sama yang telah terjalin selama ini antara perusahaan dengan KKR. “Latar belakang KKR dalam membantu transformasi bisnis telah dikenal luas, dan rencana kami untuk masa depan Metro Pacific Hospital cukup ambisius,” kata Pangilinan dalam keterangan resmi, Selasa (15/10).

Berdasarkan ketentuan perjanjian, transaksi dilakukan dalam dua cara. Pertama, konsorsium KKR akan menyerap 41,36 juta saham baru Metro Pacific Hospital atau setara 6,25% dari nilai nominal agregat perusahaan. Nilai pembelian saham baru sebesar US$ 100 juta atau setara 5,2 miliar peso.

Sesuai rencana, hasil dari penjualan saham Metro Pacific Hospital akan digunakan untuk mendukung investasi rumah sakit perseroan serta bisnis kesehatan yang baru. Modal tersebut juga bakal digunakan untuk mendukung anak usaha, termasuk perusahaan patungan yang sudah ada.

Sebagai bagian dari transaksi, konsorsium KKR juga berkomitmen untuk untuk membeli obligasi wajib konversi (OWK) yang diterbitkan MPIC. Nilai OWK tersebut mencapai US$ 580 juta atau setara 30,1 miliar peso.

Nantinya, obligasi ini memberikan hak kepada konsorsium KKR untuk menukarnya dengan 239,93 juta saham Metro Pacific Hospital dalam periode 10 tahun, atau ketika Metro Pacific Hospital melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di kemudian hari.

Adapun MPIC berencana untuk menggunakan hasil penerbitan OWK ini untuk mengurangi beban utang banknya. Sebagai informasi, Metro Pacific Hospital merupakan pengelola rumah sakit swasta di Filipina yang memiliki jaringan sebanyak 14 rumah sakit dengan kapasitas 3.200 tempat tidur.

Target

President & CEO Metro Pacific Hospital Augusto P. Palisoc Jr mengatakan, pihaknya menyambut baik KKR sebagai pemegang saham baru perseroan. Masuknya dana tunai bakal membuat perusahaan lebih ekspansif. Perseroan menargetkan mampu mengelola 30 rumah sakit dengan kapasitas 5.000 tempat tidur sebelum 2030.

“Kami juga berharap dapat mengakses berbagai perusahaan healthcare KKR dalam portofolio investasi globalnya untuk membawa teknologi dan proses baru demi meningkatkan layanan kesehatan di Filipina,” jelas dia.

Presiden dan CEO MPIC Jose Ma. K. Lim menambahkan, kemitraan dengan KKR membuat pihaknya percaya telah menemukan cara yang terbaik dalam mengembangkan bisnis Metro Pacific Hospital. Untuk sementara, perseroan memutuskan untuk menunda aksi IPO anak usahanya tersebut

Co-Head of Asia Pacific Private Equity KKR Ashish Shastry mengatakan, pihaknya sangat bersemangat untuk memainkan peran dalam pengembangan infrastruktur kesehatan di Filipina. Transaksi pembelian saham ini ditargetkan selesai pada akhir 2019. Sumber dana investasi KKR akan berasal Asian Fund III.

Bank Of America Merrill Lynch dan UBS bertindak sebagai penasihat keuangan MPIC dan GIC dalam aksi ini. Sedangkan penasihat hukumnya adalah Picazo Buyco Tan Fider & Santos.

Sebagai informasi, induk usaha MPIC yakni First Pacific Ltd adalah perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Hongkong. Perusahaan memiliki investasi tersebar di Asia. Salah satunya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Komisaris Utama First Pacific adalah Anthoni Salim.

MPIC pun memiliki portofolio bisnis yang beragam, salah satunya adalah infrastruktur yang dijalankan oleh Metro Pacific Tollways Corp (MPTC). Di Indonesia, unit bisnis MPIC, yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia mengendalikan 74,24% saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META).

Sementara itu, KKR sebagai perusahaan investasi global juga tercatat rajin menebar portofolionya di Indonesia. Perseroan melalui Demeter Indo Investment Pte Ltd menguasai 18,05% saham PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI). Lalu, KKR juga memiliki sebagian saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), dan turut berpartisipasi dalam penyuntikan dana ke Gojek.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA