Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Semen Indonesia. Foto: dok. ID.

Semen Indonesia. Foto: dok. ID.

Grup Semen Indonesia Raih Pinjaman Hingga Rp 8 Triliun

Farid Firdaus, Jumat, 13 Desember 2019 | 18:30 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Solusi Bangun Persada Tbk (SMCB), bagian dari Semen Indonesia Group, meraih fasilitas kredit senilai Rp 6,35 triliun dengan opsi peningkatan hingga Rp 8 triliun. Pinjaman tersebut seluruhnya memiliki tenor enam tahun atau jatuh tempo pada Desember 2025.

Sekretaris Perusahaan Solusi Bangun Persada Andika Lukmana mengatakan, penandatanganan fasilitas kredit dilakukan pada 12 Desember 2019. Pihak yang menjadi mandated lead arranger dan bookrunner adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank BTPN Tbk, PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank Permata Tbk. Sementara PT Bank CTBC Indonesia bertindak sebagai lead arranger dengan BNI sebagai agen fasilitas dan agen penampungan.

“Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali backstop loan perseroan yang akan jatuh tempo pada Januari 2021 dan pelunasan hutang lain,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (13/12).

Perseroan, kata Andika, terikat dengan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian kredit, salah satunya adalah kewajiban melakukan pembayaran cicilan pokok dan bunga yang akan dimulai sejak Juni 2021 sampai Desember 2025.

Sebagai informasi, pinjaman ini menambah daftar sindikasi yang diterima Semen Indonesia Group sepanjang tahun ini. Sebelumnya, Semen Indonesia sebagai induk mengantongi Rp 2,35 triliun dari tiga bank syariah dalam negeri pada Oktober 2019. Mereka adalah PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank CIMB Niaga Syariah, dan PT BRI Syariah Tbk.

Sementara pada 22 Juli 2019, Semen Indonesia juga sempat meraih pinjaman hingga Rp 9,35 triliun. Ketika itu, pihak yang bertindak sebagai mandated lead arranger and bookrunner adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Citibank N.A cabang Jakarta, dan MUFG Bank Ltd cabang Jakarta.

Berdasarkan perjanjian, jangka waktu untuk melakukan pembayaran kembali atas pinjaman adalah tujuh tahun sejak penandatanganan kredit. Pembayaran dilakukan secara semester, atau semi-annually pada Januari dan Juli, dan akan dimulai pada Januari 2020. Pinjaman ini juga dilakukan tanpa jaminan atau clean basis kepada pemberi pinjaman.

Kredit anyar ini akan digunakan untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang yang digunakan perseroan dalam mengakuisisi Solusi Bangun Indonesia.

Seperti diketahui, Semen Indonesia menyelesaikan akuisisi 80,6% saham Solusi Bangun Persada, yang semula bernama Holcim Indonesia dari Holderfin BV pada Januari 2019. Transaksi tersebut melibatkan 6,18 miliar saham dengan harga Rp 2.097 per saham. Dengan demikian, nilai transaksi tersebut mencapai Rp 12,96 triliun.

Dalam aksi akuisisi ini, pendanaannya berasal dari fasilitas pinjaman senilai US$ 1,28 miliar. Pihak-pihak yang terlibat dalam pemberian pinjaman itu adalah Bank BNP Paribas, Deutsche Bank AG cabang Singapura, Maybank Kim Eng Securities PTE Ltd, MUGF Bank Ltd, dan Standard Chartered Bank.

Sementara itu, hingga kuartal III-2019, Solusi Bangun tercatat membukukan pendapatan senilai Rp 7,73 triliun naik 2,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,56 triliun. Meningkatnya pendapatan perseroan, sebagian berasal dari penjualan semen senilai Rp 6,74 triliun. Jumlah itu meningkat 6,6% dari sebelumnya Rp 6,32 triliun. Sementara penjualan beton ada kenaikan 3,5% menjadi Rp 786,61 milliar secara tahunan.

Seiring kenaikan pendapatan, perseroan berhasil mencatat laba periode berjalan Rp 134,12 miliar hingga kuartal III-2019. Kinerja ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu, saat perseroan menderita rugi Rp 630,35 miliar.

Lebih lanjut, Semen Indonesia membukukan laba bersih senilai Rp 1,29 triliun pada akhir September 2019, anjlok 38,8%  dibanding periode sama tahun lalu Rp2 ,09 triliun. Beban keuangan perseroan meroket 187,16% dari Rp 709,71 miliar menjadi Rp 2,38 triliun Beban keuangan yang mengalami kenaikan antara lain kredit investasi, kredit modal kerja, obligasi, dan lain-lain.

Di sisi lain, pendapatan perseroan mengalami kenaikan 31,1% dari Rp 21,45 triliun menjadi Rp 28,12 triliun secara tahunan selama Januari-September 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA