Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Golden-Agri Resources Ltd. Foto: Perseroan.

Golden-Agri Resources Ltd. Foto: Perseroan.

Grup Sinarmas Akuisisi Dua Perusahaan Sawit US$ 304 Juta

Minggu, 22 November 2020 | 22:54 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Golden-Agri Resources Ltd, unit usaha Grup Sinarmas, mengakuisisi dua perusahaan yang tercatat di wilayah offshore financial centre, Labuan, Malaysia dengan nilai pembelian US$ 304 juta. Aksi ini bertujuan menambah aset budidaya dan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Direktur Golden-Agri Resources Rafael Buhay Concepcion, Jr mengatakan, perseroan telah menandatangani conditional acquisition agreement untuk membeli 100% saham Centrino Investment Ltd. Nilai akuisisi Centrino mencapai US$ 208 juta, yang telah disepakati oleh perseroan dan pihak penjual. Nilai akuisisi ini telah mempertimbangkan aset bersih berdasarkan penilaian pasar.

“Transaksi akuisisi akan dibayar dengan cara pelunasan utang yang belum dibayar perusahaan induk Centrino, yakni Ocean Energy Holdings Ltd kepada Golden-Agri,” kata dia dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Singapura, Minggu (22/11).

Sementara itu, perusahaan kedua yang diakuisisi Golden-Agri adalah Woodside Financial Ltd. Transaksi akuisisi Woodside Financial akan menggunakan dana investasi dalam Acsend Agri Fund Ltd senilai US$ 96 juta yang melibatkan perseroan sebelumnya. Dana investasi ini khusus dialokasikan untuk mengembangkan perkebunan minyak sawit di Indonesia.

“Dewan direksi menyatakan perusahaan telah menerima tawaran Acsend Agri Fund untuk mencairkan dana investasi dengan mendistribusikan aset di Indonesia, yang meliputi 100% saham yang diterbitkan Woodside Financial,” kata Rafael.

Setelah transaksi ini, lanjut Rafel, maka Centrino Investment dan Centrino Group serta Woodside Financial dan Woodside Group akan menjadi anak usaha perseroan. Adapun, pihak yang menjual saham Centrino dan Woodside tidak memiliki afiliasi dengan Golden-Agri.

Manajemen Golden-Agri tidak menjelaskan spesifik luas budidaya tanaman dan produksi minyak sawit yang telah dan akan dihasilkan oleh Centrino dan Woodside. Kedua perusahaan ini tercatat di Pulau Labuan, yang terkenal sebagai pulau bebas pajak atau tax haven.

Seperti diketahui, Golden-Agri dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia. Produsen minyak goreng Filma ini mengelola kebun kelapa sawit dengan total luas area tertanam hampir 500 hektare (ha) di Indonesia per 30 September 2020. Perusahaan merupakan induk usaha dari PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR).

Hingga September 2020, Golden-Agri membukukan pendapatan US$ 4,99 miliar, naik 6% dibanding kuartal III-2019 sebesar US$ 4,73 miliar. Mayoritas kenaikan pendapatan didukung oleh kenaikan harga rata-rata penjualan komoditas sawit.

Hal tersebut juga berdampak terhadap posisi EBITDA yang meningkat 3% menjadi US$ 314 juta, dari sebelumnya US$ 305 juta. Namun, perseroan mengalami kerugian dari nilai tukar dan beban pajak tanggungan yang sebagian besar non-tunai. Alhasil, perseroan membukukan rugi bersih US$ 162 juta hingga kuartal III-2020, melonjak signifikan 255% dari rugi bersih kuartal III-2019 sebesar US$ 46 juta.

Investigasi

Pada bagian lain, manajemen Golden-Agri menyoroti hasil investigasi kantor berita Associated Press (AP) berjudul Rape, abuses in palm oil fields linked to top beauty brands. Liputan investigasi AP mengungkapkan adanya pelecehan seksual dan upah yang tidak layak kepada para pekerja perempuan di perkebunan sawit besar Indonesia dan Malaysia. Pelecehan tersebut mulai dari kekerasan verbal, hingga kekerasan fisik termasuk pemerkosaan.

Menanggapi hal ini, Senior Vice President Group Corporate Communication Golden-Agri Anita Neville mengatakan, perilaku yang digambarkan oleh laporan AP sangat tidak bisa diterima. Pihaknya sangat malu bahwa tindak kekerasan tersebut terjadi di sektor kelapa sawit.

“Jika Anda memiliki bukti pelecehan semacam ini, silakan segera laporkan ke saluran pengaduan kami,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (20/11).

Manajemen Golden-Agri tercatat mempekerjakan 30.000 tenaga kerja perempuan secara langsung dan tidak langsung. Perseroan menerapkan kebijakan sosial dan lingkungan yang menciptakan kesempatan kerja yang setara. Perseroan juga menerapkan berbagai kebijakan dan tindakan untuk mendukung dan memberdayakan perempuan.

Executive Director Golden-Agri Jesslyne Widjaja mengatakan, perseroan tidak mengklaim dirinya sempurna dalam kaitannya dengan pelecehan di tempat kerja. Pihaknya berkomitmen terus melakukan perbaikan, dan aksi itu dimulai dengan menyediakan layanan bagi korban untuk menyampaikan keluhan, serta menindaklanjuti dengan tepat. “Tuduhan pelecehan harus dilaporkan dan diselidiki dengan benar dan empati, serta tidak ditutup-tutupi,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN