Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang PT Golden Energy Mines Tbk, anak usaha Golden Energy and Resources Ltd (GEAR). Foto: Perseroan.

Tambang PT Golden Energy Mines Tbk, anak usaha Golden Energy and Resources Ltd (GEAR). Foto: Perseroan.

Grup Sinarmas Akuisisi Tambang Batu Bara, Indika Perkuat Tambang Emas

Kamis, 15 Juli 2021 | 06:01 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Unit usaha Grup Sinarmas, yaitu Golden Energy and Resources Ltd (GEAR) melalui anak usahanya, Stanmore Coal Ltd, menyelesaikan proses akuisisi tambang batu bara di Australia. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) berencana mengendalikan sepenuhnya PT Masmindo Dwi Area, pemilik tambang emas Awak Mas.

Executive Director and Group CEO Golden Energy and Resources Dwi Prasetyo Suseno mengatakan, pada 13 Juli 2021, Stanmore mengumumkan bahwa MetRes Pty Ltd, perusahaan patungan antara Stanmore dan M Resources, telah menyelesaikan proses akuisisi Millenium and Mavis Downs Mines dari Peabody Energy Australia. “Semua persyaratan dari transaksi ini sudah dipenuhi," jelas Dwi dalam keterangan tertulis kepada Bursa Efek Singapura (SGX), Rabu (14/7).

Adapun berdasarkan kesepakatan kedua pihak, Stanmore dan M Resources membayar uang muka sebesar US$ 1,25 juta dan royalti dengan capping sebesar US$ 1,5 juta pada proses akuisisi ini. Kemudian, MetRes akan menanggung biaya pemeliharaan tambang sebesar US$ 25,7 juta dengan Peabody mengganti US$ 12,5 juta dari biaya rehabilitasi yang dikeluarkan lebih dari dua tahun.

Dalam kesepakatan itu pula, Stanmore akan menyediakan total pinjaman sebesar US$ 30 juta kepada MetRes. Dari pinjaman ini, sebesar US$ 15 juta akan digunakan untuk mendanai modal kerja awal dan US$ 15 juta sebagai jaminan rehabilitasi.

Dari proses akuisisi ini, Stanmore dan Resources akan menguasai tambang batu bara dengan sumber daya 37 juta ton coking coal dengan cadangan 2 juta ton dari penambahan terbuka. Selain itu, terdapat pula tambahan cadangan sebesar 5,4 juta ton dari lapisan bawah tanah.

Sebelumnya, Golden Energy menguasai sebuah tambang yang juga berlokasi di kawasan Queensland, Australia. Golden Energy berniat mengucurkan tambahan investasi senilai Aus$ 75 juta kepada pemilik tambang emas tersebut. Aksi ini akan melengkapi investasi awal yang sebelumnya senilai Aus$ 70 juta pada tambang tersebut.

Pemilik tambang emas itu adalah Ravenswood Gold Group yang merupakan perusahaan patungan antara Golden Investasi (Australia) II Pte Ltd, anak usaha Golden Energy, dengan Raven Gold serta aplikasinya EMR Capital pada 15 Januari 2020. Sebelumnya, Ravenswood Gold Group dikenal sebagai Mining Gold Group Pty Ltd. (Topco). Tambang ini telah beroperasi dan menghasilkan 54 ribu ons emas per akhir 2019. Tambang ini tercatat memiliki 3,74 juta ons sumber daya emas dan 2,60 juta ons total cadangan emas per 30 September 2020.

Tak hanya emas, Golden Energy pun berniat memperluas bisnis inti dengan memasukkan bisnis logam mulia, logam dasar dan mineral. Logam mulia yang dimaksud meliputi emas dan perak. Adapun logam dasar serta mineral termasuk tembaga, kobalt, zinc, nikel dan ferroalloy.

Secara geografi, negara-negara yang menjadi fokus bisnis logam mulia dan logam dasar Golden Energy antara lain Australia, Kanada, Amerika Serikat, dan Indonesia. Strategi diversifikasi bisnis dinilai bisa membuat Golden Energy memiliki tambahan arus kas dan meraih banyak peluang dari produk-produk yang dihasilkan oleh logam mulia dan logam dasar.

Indika Energy

Tidak hanya Grup Sinarmas, Indika Energy juga akan memperluas area tambang emasnya dengan mengendalikan sepenuhnya Masmindo Dwi Area, pemilik tambang emas Awak Mas.

Head of Corporate Communication Indika Energy Ricky Fernando menjelaskan, Indika telah menandatangani Scheme Implementation Deed untuk mengambil alih Nusantara Resources Ltd yang mengelola tambang emas Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan melalui mekanisme Scheme of Arrangement. Melalui akuisisi ini, Indika akan menguasai 72% saham Nusantara Resources, sehingga bisa memiliki 100% saham di tambang Awak Mas.

"Melalui transaksi ini, Indika akan mengendalikan sepenuhnya Masmindo Dwi Area. Transaksi ini diharapkan rampung pada September 2021," kata Ricky kepada Investor Daily.

Indika Energy akan membayar Aus$ 0,35 per saham untuk 168,04 juta saham yang belum dimiliki oleh perusahaan sehingga total transaksinya adalah sebesar Aus$ 58,8 juta atau US$ 45,3 juta. Saat ini, Indika melalui anak usahanya, PT Indika Mineral Investindo (IMI), memiliki sekitar 28% saham Nusantara Resources serta kepemilikan saham secara langsung di PT Masmindo Dwi Area sebanyak 25%. 

"Akuisisi ini memperkuat diversifikasi perusahaan di sektor non-batu bara dan meningkatkan eksposur di sektor pertambangan emas," jelas dia.

Indika Energy juga melakukan diversifikasi bisnis dengan masuk ke sektor energi terbarukan (renewable energy). Perseroan menggarap proyek panel surya atau photo-voltaic (PV) module dan motor listrik.

Head of Investor Relations Indika Energy Ricardo Silaen menjelaskan, pemerintah kini mulai menggalakkan penggunaan energi terbarukan. Pada saat yang sama, pemerintah juga mengeluarkan kebijakan bagi pemilik bangunan untuk menggunakan panel surya (solar panel) demi mengurangi emisi karbon.

"Pemerintah mengharuskan minimal 30% dari area di bangunan pemerintah menggunakan solar panel. Sementara, untuk rumah mewah, apartemen, dan perumahan diharuskan minimal 25%," jelas Ricardo.

Dengan melihat peluang itu, Indika Energy mulai mengembangkan bisnis panel surya melalui kerja sama dengan pengembang solar panel asal India, Fourth Partner Energy. Melalui kerja sama tersebut, Indika membentuk perusahaan patungan bernama Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) dengan kepemilikan saham 51%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN