Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Golden Agri-Resources Ltd. Foto: Perseroan.

Golden Agri-Resources Ltd. Foto: Perseroan.

Grup Sinarmas Ekspansi Bisnis Gula di Brasil

Kamis, 8 Oktober 2020 | 07:21 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Golden Agri-Resources Ltd, unit usaha Grup Sinarmas, mendirikan anak usaha baru di Brasil bernama Golden Agri-Resources Brasil Sociedade Limitada Unipessoal. Aksi induk usaha PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR) ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan bisnis gula di negara tersebut.

Head of Global Vegetable Oil & Oilseeds Golden-Agri Resources Paul Hickman mengatakan, tim penjualan perseroan di Eropa mengidentifikasi peluang perdagangan bisnis gula, sejalan dengan jaringan distribusi minyak sawit perseroan yang telah ada. Sebelumnya, perseroan efektif mengakuisisi seluruh divisi bisnis gula milik RCMA Group Pte Ltd pada November 2019.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas distribusi produk kelapa sawit perseroan yang luas, maka aksi kami masuk ke bisnis gula bisa memberikan ceruk keuntungan dengan biaya rendah dan aset yang ringan,” jelas dia dalam penjelasan resmi di Bursa Efek Singapura (SGX), Rabu (7/10).

Paul menambahkan, perseroan melanjutkan layanan terbaik bagi pelanggan produk minyak sawit, sambil mendistribusikan gula kepada pelanggan terkait. Hal ini dinilai membuat proses distribusi lebih efisien untuk pelanggan baru dan pelanggan yang sudah ada.

“Membentuk anak usaha di Brasil yang merupakan salah satu negara eksportir gula terbesar di dunia adalah strategi logis. Perseroan didukung oleh para profesional berpengalaman dengan fokus pada bisnis gula pasir kemasan,” kata dia.

Sebagai informasi, transaksi Golden Agri ketika mengakuisisi divisi bisnis gula RCMA Group sudah termasuk anak-anak usaha yang beroperasi di sejumlah negara. Selain Brasil, entitas usaha tersebut juga beroperasi di Belanda dan Singapura. Aksi ini merupakan strategi perseroan untuk memiliki bisnis pangan yang lebih beragam.

Selama ini, Golden Agri cenderung dikenal sebagai salah satu perusahaan perkebunan sawit terbesar di dunia. Produsen minyak goreng Filma ini mengelola kebun kelapa sawit dengan total luas area tertanam 499.563 hektare (ha) di Indonesia per 30 Juni 2020.

Sementara itu, produksi tahunan perseroan sebesar 21,5 ton tandan buah segar (TBS) per ha pada tahun lalu. Adapun pabrik perseroan menghasilkan ekstrak minyak sawit mentah dari inti buah dengan kapasitas gabungan 13,4 juta ton per tahun.

Hingga semester I-2020, Golden Agri membukukan pendapatan US$ 3,39 miliar, naik 7% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 3,16 miliar. Namun, EBITDA perseroan tertekan 4% menjadi US$ 187 juta dari sebelumnya US$ 198 juta. Sedangkan rugi bersih perseroan naik signifikan menjadi US$ 157 juta dari sebelumnya US$ 46 juta. Salah satunya pemicunya adalah penjualan sawit secara volume yang mengalami penurunan 7% dan harga CPO yang sempat anjlok signifikan karena lockdown akibat pandemi.

Grup Salim

Grup Sinarmas menambah daftar konglomerasi yang semakin ekspansif pada bisnis gula di Brasil tahun ini. Di sisi lain, Grup Salim melalui Indofood Agri Resources Ltd bersiap melakukan reorganisasi dan penggabungan aset-aset serta operasi bisnis gula di Brasil. Aksi Grup Salim ini bertujuan untuk persiapan ekspansi pada masa mendatang dengan struktur perusahaan yang lebih efisien.

Melalui sejumlah entitas usaha di Brasil, setidaknya Indofood Agri tercatat memiliki total gabungan kapasitas pabrik penghancur tebu sebesar 8,8 juta ton per tahun, serta menguasai 9.374 ha lahan perkebunan. Pabrik-pabrik berlokasi di Minas Gerais dan membentuk klaster yang kuat, sehingga memungkinkan terjadinya sinergi operasi dan manajemen.

Indo Agri Resources menargetkan reorganisasi ini bisa tuntas sebelum 31 Desember 2020. Manajemen menilai, latar belakang transaksi konsolidasi aset gula dan operasi yang akan di bawah satu badan hukum, yakni Companhia Mineira de Açúcar e Álcool Participações (CMAA), sebagai persiapan ekspansi ke depan. Nantinya, perseroan berharap memiliki akses lebih besar perihal pendanaan ekspansi karena didukung oleh hak milik tanah sebagai jaminan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN