Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Foto: Istimewa/Beritasatu.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Foto: Istimewa/Beritasatu.

Grup Telkom dan KB Financial Siap Galang Dana US$ 150 Juta

Farid Firdaus, Rabu, 11 Desember 2019 | 18:50 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), melalui modal venturanya MDI Ventures, bersama KB Investment, bagian dari KB Financial Group berencana menggalang dana hingga US$ 150 juta. Proyek venture capital fund bernama Centauri Fund tersebut akan menjadi fasilitas investasi kepada perusahaan teknologi rintisan (start-up) di Asia Tenggara.

Selain dengan KB Investment, Centauri Fund akan mengundang investor lain untuk turut serta berinvestasi. Telkom akan berkontribusi maksimal 10% dari total dana yang dikelola fund tersebut. Proyek ini resmi diluncurkan pada 9 Desember 2019, dan akan mulai melakukan investasi pada Januari 2020.

"Centauri Fund ditujukan untuk memfasilitasi investasi pada tech start-up di regional ASEAN dengan menekankan kepada pasar terbesarnya, yaitu Indoneisa termasuk startup infrastructure digital dan big data,” jelas manajemen Telkom dalam keterangan resmi, Rabu (11/12).

Centauri Fund, kata manajemen Telkom, diharapkan mampu memperluas dan memperdalam pandangan perseroan ke ekosistem teknologi di Asia Tenggara. Aksi ini juga membantu Telkom mewujudkan visi dan misinya untuk menjadi digital telco company.

Sebagai informasi, MDI Ventures sepenuhnya dikuasai oleh PT Multimedia Nusantara atau Telkom Metra. Sementara KB Investment merupakan bagian dari konglomerat keuangan asal Korea Selatan, yakni KB Financial Group.

Berdasarkan catatan Investor Daily, inisiatif MDI Ventures untuk menarik berbagai investor luar negeri ditandai dengan pendirian MDI Venture Singapore Office (MDI SG), yang telah meraih izin operasional dari otoritas Singapura pada April 2019.

Sementara pemimpin MDI Ventures sebelumnya yakni Nicko Widjaja resmi meninggalkan perusahaan ini pada akhir Juli 2019, setelah Nicko menerima tawaran untuk menahkodai perusahaan modal ventura milik PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), BRI Ventures.

Selama kepemimpinan Nicko, sejak 2015 MDI Ventures tercatat berhasil membukukan 35 porotfolio startup dengan total lima aksi exit. Dari situ, dua start-up hasil binaanya melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di luar negeri, yaitu Geenie di Bursa Efek Tokyo pada 2017 dan Whispir di Bursa Efek Australia pada Juni 2019.

Sementara itu, KB Financial Group kian ekspansif di Indonesia. November lalu, salah satu unit bisnisnya, KB Kookmin Card dikabarkan tengah mengakuisisi 80% saham PT Finansial Multi Finance (Kredit Plus) senilai US$ 80,6 juta. Transaksi ditargetkan tuntas pada kuartal I-2020.

Sedangkan pada Juli 2018, Kookmin Bank resmi mengakuisisi 22% saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), sehingga menjadi pemegang saham nomor dua di bank tersebut.

Lanjutkan Ekspansi

Sementara itu, Telkom melanjutkan pembangunan jaringan secara berkesinambungan hingga ke pelosok nusantara demi menunjang ekspansi di bisnis data.  Pertumbuhan bisnis ini salah satunya tercermin dari jumlah pelanggan seluler yang mencapai 171 juta dengan 112 juta di antaranya merupakan pengguna layanan mobile broadband.

Hingga Januari-September 2019, Telkom berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 16,45 triliun, melesat 15,6% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 14,23 triliun. Seiring itu, Telkom mencetak pendapatan Rp 102,63 triliun, naik 3,4% dibanding periode sama 2018 Rp 99,20 triliun. Kenaikan dipicu oleh meningkatkan pendapatan dari bisnis internet dan data selular.

Telkom mampu membukukan pendapatan bisnis internet dan data senilai Rp 41,24 triliun hingga kuartal III-2019. Pendapatan tersebut tercatat naik hingga 28,3% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp 32,12 triliun.

Di sisi lain, pendapatan telepon Telkom mengalami penurunan sebesar 17,1% secara year on year, menjadi Rp 23,14 triliun per September 2019, dari Rp 27,94 triliun per September 2019.

Lebih lanjut, Telkom menurunkan total beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi hingga kuartal III 2019, menjadi Rp 31,05 triliun atau turun 7,11% diabnding periode sama tahun lalu yang senilai Rp 33,43 triliun. Alhasil, laba usaha Telkom hingga September 2019 naik hingga 13,6% secara tahunan menjadi Rp 33,45 triliun.

Total aset Telkom mencapai Rp 214,99 triliun per September 2019, naik 4,2% dibandingkan dengan total aset per Desember 2018 Rp 206,19 triliun. Sedangkan, jumlah liabilitas mencapai Rp 98,54 triliun per September atau naik 10,8% dibandingkan akhir tahun lalu yang senilai Rp 88,89 triliun. 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA