Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi start-up.  Foto: Free-Photos (Pixabay)

Ilustrasi start-up. Foto: Free-Photos (Pixabay)

Grup Telkom Siapkan IPO Saham 4 'Start-up'

Selasa, 17 November 2020 | 22:14 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom melalui MDI Ventures berencana membawa minimal empat portofolio investasi perusahaan rintisan (start-up) untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam periode dua tahun ke depan. Adapun satu start-up ditargetkan IPO pada kuartal I-2021.

Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li mengatakan, pihaknya telah berdiskusi dengan sejumlah penjamin emisi (underwiter) terkait rencana IPO salah satu portofolio start-up tahun depan. Pihaknya belum dapat menyebutkan nama start-up tersebut, namun dipastikan perusahaan itu bergerak dalam bisnis software as a service (SaaS).

“Kemungkinan start-up ini akan IPO sekitar akhir Februari atau Maret 2021. Kami targetkan saham mereka masuk ke papan utama, karena valuasinya bisa di atas Rp 750 miliar,” kata dia kepada Investor Daily, Selasa (17/11).

Kenneth menegaskan, saham start-up tersebut yang akan dilepas ke publik sekitar 20-25%. Sementara, dana IPO yang ditargetkan minimal Rp 100-150 miliar. Start-up ini tergolong menjanjikan karena sudah profitable selama lebih dari tiga tahun.

Dia menambahkan, IPO start-up memang menjadi salah satu strategi exit perseroan. Strategi ini disiapkan secara matang. “Kami sudah punya empat start-up yang sedang persiapan IPO dalam dua tahun ke depan. Persiapan ini sudah lama dikerjakan sejak awal 2020. Sekarang persiapan empat perusahaan dulu, nanti kemungkinan bisa bertambah,” jelasnya.

Seperti diketahui, MDI Ventures merupakan unit bisnis Telkom yang agresif mengucurkan pendanaan ke start-up potensial. Selain MDI Ventures, anak usaha Telkom lainnya, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga aktif berinvestasi pada start-up potensial.

Pada 16 November, Telkomsel resmi menandatangani perjanjian investasi senilai US$ 150 juta dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek. Dalam kolaborasi ini, Gojek dan Telkomsel akan saling memperkuat layanan digital, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kerja sama ini merupakan perluasan kolaborasi Gojek dan Telkomsel yang menawarkan paket data terjangkau kepada mitra pengemudi Gojek sejak 2018. Kedua perusahaan juga siap berkolaborasi di bidang gaya hidup digital serta mengembangkan solusi teknologi periklanan digital untuk para pelaku usaha. Tak ketinggalan, Gojek dan Telkomsel turut bekerjasama dalam bidang pemberdayaan talenta melalui pertukaran pengalaman dan program pembinaan keahlian profesional.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, kerja sama antara Telkomsel dan Gojek berawal dari visi yang sama, yaitu mempertegas posisi pemain lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri. “Kami percaya, kerjasama dengan Gojek dan ekosistemnya yang luas akan mengakselerasi transformasi Telkomsel sebagai digital telco company dan memperkuat konsistensi perusahaan membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, walaupun kita masih menghadapi situasi penuh tantangan di tengah pandemi,” jelas dia dalam keterangan resmi.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah menambahkan, sebagai induk Telkomsel, pihaknya mendukung kolaborasi lintas sektor antara Gojek dan Telkomsel. Telkom optimistis kolaborasi dengan Gojek ini akan memberikan potensi nilai tambah yang besar jika dilakukan dengan Telkomsel, terutama meningkatkan keunggulan kompetitif Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital. “Kami harap sinergi ini berdampak positif serta memperkuat portofolio bisnis Telkom Group dalam mengakselerasi perekonomian digital di Indonesia,” tutur dia.

Sementara itu, Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo menjelaskan, investasi yang dilakukan Telkomsel menunjukkan adanya kepercayaan mendalam pada model bisnis Gojek, serta jangkauan luas ekosistem perusahaan dan dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat dan ekonomi Indonesia. “Hal ini juga menempatkan kami pada posisi keuangan yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan ke depan,” ungkap Andre.

Seperti diketahui, sebagai unicorn, Gojek mempunyai rekam jejak menarik investor ternama kelas dunia sepanjang 2020, seperti Facebook, Paypal, Google dan Tencent pada Juni. Sebelumnya, Gojek juga mengantongi pendanaan seri F dengan nilai US$ 1,2 miliar dari Visa, Mitsubishi Motors, Mitsubishi Corporation, dan Mitsubishi UFJ Financial Group pada Maret.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN