Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The Telkom Hub.

The Telkom Hub.

Grup Telkom Siapkan Tiga 'Start-up' Jadi Unicorn

Senin, 17 Mei 2021 | 22:24 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – MDI Ventures, perusahaan modal ventura milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), menargetkan tiga portofolio investasi perusahaan rintisannya (start-up) bisa menyandang status unicorn dalam beberapa tahun mendatang. MDI Ventures juga tengah menyiapkan satu start-up untuk melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada tahun ini.

Managing Partner MDI Ventures Singapore Kenneth Li menjelaskan, pihaknya memiliki lebih dari 50 portofolio investasi di start-up. Dari jumlah tersebut, sekitar tiga portofolio memiliki valuasi yang mendekati untuk menjadi perusahaan unicorn. Sekadar informasi, sebuah perusahaan start-up dikatakan sebagai unicorn apabila memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar. “Yang sudah dekat ada tiga, valuasinya sekitar US$ 800-900 juta, jadi sedikit lagi menjadi unicorn,” kata dia kepada Investor Daily, Senin (17/5).

Kenneth menegaskan, dengan valuasi di atas US$ 800 juta, start-up tersebut tentunya tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk bisa menjadi unicorn. Meski demikian, dia belum bisa memastikan waktu persisnya perusahaan tersebut akan menyandang status unicorn. Kenneth juga berharap ada banyak perusahaan investasi lain yang juga bisa menyandang status unicorn.

Selain meningkatkan investasi di start-up, MDI Ventures juga mempersiapkan salah satu perusahaan investasinya untuk menggelar IPO saham pada tahun ini. Semula, IPO akan dilakukan pada Maret 2021, namun diundur hingga kelengkapannya selesai. "Mundur sedikit karena satu lain hal, tapi tetap dalam waktu dekat ini," tutur dia.

Adapun perusahaan yang akan IPO ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis software as a service (SaaS). Dalam pemberitaan sebelumnya disebutkan, perusahaan ini ditargetkan bisa meraih dana minimal Rp 100-150 miliar dari IPO saham dengan melepas 20-25% saham ke publik. "Status perusahaannya belum unicorn, tapi profitable company," ujarnya.

Telkomsel

Selain MDI Ventures, anak usaha Telkom yang lain, yakni PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) juga aktif berinvestasi di start-up. Belum lama ini, Telkomsel menanamkan modalnya sebesar US$ 300 juta ke Gojek. Secara total, Telkomsel sudah menyuntikkan dana sebesar US$ 450 juta ke Gojek.

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, investasi ini bertujuan untuk mengakselerasi kemajuan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Air. Menurut dia, baik Telkomsel maupun Gojek, memaknai investasi lanjutan ini sebagai momentum untuk memperkuat dan memperdalam kolaborasi dalam menghadirkan layanan digital komprehensif serta melahirkan lebih banyak solusi inovatif.

Dengan tambahan investasi tersebut, Telkomsel dan Gojek bisa membuka lebih banyak peluang sinergi serta integrasi layanan digital. Hal ini bertujuan agar bisa memberikan nilai tambah kepada pelanggan, masyarakat, dan seluruh mitra yang berada di ekosistem bisnis kedua perusahaan.

Setyanto menambahkan, investasi lanjutan dari Telkomsel menjadi penegas akan kesamaan visi dari kedua perusahaan yang sama-sama lahir dan berkembang untuk menjawab masalah nyata di tengah masyarakat melalui inovasi digital dan teknologi, dengan semangat untuk melayani dan memajukan negeri. 

"Maka dari itu, Telkomsel menatap optimis upaya penanaman modal terbaru ini akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk melihat dan menikmati lebih banyak inovasi berbasis teknologi terdepan karya anak bangsa," ucap dia.

Dia juga mengungkapkan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari strategi Telkomsel dalam memperkuat trifecta bisnis digital perusahaan, yaitu digital connectivity, digital platform, dan digital services. Dengan keunggulan Telkomsel dan Gojek, baik dalam bidang keahlian maupun inovasi, Telkomsel ingin melakukan pengembangan berkelanjutan yang melampaui kemampuan konektivitas.

"Kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang membutuhkan ekosistem yang holistis, dan hal tersebut dapat diwujudkan melalui sinergi antara kedua perusahaan," ujar Setyanto.

Pasca investasi Telkomsel pertama di Gojek sebesar US$ 150 juta, kedua pihak telah melakukan berbagai kolaborasi berbasis customer-centric untuk mendorong penguatan ekosistem digital di sektor UMKM dan meningkatkan kemudahan bagi mitra pengemudi.

Beberapa di antaranya meliputi integrasi layanan Telkomsel MyAds  dengan GoBiz yang dapat membuka peluang bagi mitra UMKM  Gojek di seluruh Indonesia. Kemudian, kemudahan bagi mitra UMKM Gojek untuk menjadi mitra reseller Telkomsel melalui aplikasi DigiPOS Aja!, sehingga membantu menambah penghasilan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN