Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu fasilitas milik PT Widodo Makmur Unggas (WMU). Foto: Perseroan.

Salah satu fasilitas milik PT Widodo Makmur Unggas (WMU). Foto: Perseroan.

Grup Widodo Makmur Siap IPO di Atas Rp 4 Triliun

Senin, 13 Juli 2020 | 09:48 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Widodo Makmur Unggas (WMU) menargetkan bisa menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp 2 triliun pada Oktober tahun ini. Sementara itu, induk usaha perseroan, Widodo Makmur Perkasa Group mengkaji aksi serupa dengan target emisi lebih dari Rp 2 triliun pada tahun depan.

Founder Widodo Makmur Perkasa Group Tumiyana mengatakan, perseroan telah menunjuk penjamin emisi untuk IPO WMU, yakni PT Danareksa Sekuritas, PT CGS-CIMB Sekuritas, dan PT Samuel Sekuritas Indonesia. WMU akan menggunakan laporan keuangan Juni 2020 dan melepas hingga 35% saham ke publik.

“Kami menilai perusahaan akan melakukan pertumbuhan ke depan, dan turnover sektor makanan dan perternakan meningkat terus. Artinya, saat ini kondisi yang tepat untuk raising equity di market,” jelas dia kepada Investor Daily, Minggu (12/7).

Tumiyana menjelaskan, pandemi Covid-19 bukan alasan untuk tidak melakukan aksi korporasi seperti IPO. Pihaknya justru melakukan persiapan jauh-jauh hari untuk mendorong pertumbuhan bisnis ke depan. Bahkan, perseroan percaya diri menggaet sejumlah anchor buyer untuk menyerap sekitar 10% saham IPO.

Saat ini, lanjut Tumiyana, ada dua calon mitra strategis dari dalam negeri dan luar negeri yang berminat menjadi anchor buyer IPO WMU. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci lantaran masih dalam proses finalisasi.

Dalam memperbesar asetnya, WMU baru saja menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal Jepang, Fuji Electric Group, untuk membangun pabrik pakan ternak di Ngawi, Jawa Timur. Investasi pabrik mencapai Rp 650 miliar. Rencananya, pabrik diharapkan bisa beroperasi pada semester I-2021. “Kapasitas pabrik mencapai 140 ton per jam. Upaya ini menjadi salah satu aksi korporasi untuk mendorong pertumbuhan karena sektor makanan tidak terdampak Covid-19,” jelas dia.

Sebagai informasi, WMU sebelumnya pernah terlibat kolaborasi dengan perusahaan lain dalam melebarkan ekspansinya. Pada Januari 2020, perseroan menandatangani kesepakatan dengan The Sandi Group (TSG) Global bersama PT TSG Utama Indonesia dan Titan Global Capital Pte Ltd dalam rencana ekspansi bisnis ke Kongo, Afrika Tengah.

WMU merupakan satu dari lima lini binis Widodo Makmur Perkasa Group. WMU bergerak dalam usaha perunggasan dimulai dari bisnis breedinghatchery, produksi pakan ayam dan usaha budidaya serta rumah potong ayam (RPA) di Jambakan, Klaten. Kapasitas pemotongan rumah ayam perseroan mencapai 12.000 ekor per jam.

Tumiyana telah merintis Widodo Makmur Perkasa sejak 1995. Selain binis poultry, perusahaan mengelola perternakan sapi terintegrasi, rumah potong hewan, dan produksi beras kualitas premium dan menengah. Secara konsolidasi, aset perseroan akhir tahun ini diproyeksikan mencapai Rp 4,2 triliun naik dari akhir 2019 senilai Rp 3,4 triliun.

“Kalau nanti IPO WMU bisa Rp 2 triliun, pastinya Widodo Makmur Perkasa bisa lebih besar dari itu. Karena masih tahun depan, jadi kita lihat perkembangannya dahulu berapa saham yang akan dilepas,” jelas Tumiyana.

Kontribusi pendapatan terbesar perseroan yakni 65% berasal dari peternakan sapi. Hal ini tidak mengherankan, sebab anak usaha perseroan yakni PT Pasir Tengah memiliki empat fasilitas ternak yang menyebar di beberapa lokasi strategis seperti Cianjur, Cariu, Cileungsi, Jawa Barat dan Bayat Klaten, Jawa Tengah.  Total kapasitas peternakan tersebut mencapai 135 ribu ekor per tahun.

Tak ketinggalan, bisnis makanan perseroan yang dikelola PT Widodo Food Makmur Sejahtera (WMS) dikenal lewat beras kemasan dengan merek Pulosari dan Sumur Tujuh. Unit usaha ini juga bergerak dalam trading bahan pangan lainnya seperti kedelai, karena telah berpengalaman sebagai importir kedelai berkualitas yang didatangkan dari Amerika, Brazil dan Kanada. Adapun WMS menggunakan merek Cahaya Makmur untuk produk kedelainya.

Berdasarkan website perusahaan, Widodo Makmur turut mengelola bisnis properti melalui PT Langgeng Makmur Perkasa. Sejumlah proyek properti perseroan adalah Student Castle Apartment di Yogyakarta dan Wismaya Residence di Bekasi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN