Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sinar Mas Land.

Sinar Mas Land.

FREDDY WIDJAJA MENGGUGAT BEBERAPA PERUSAHAAN GRUP SINARMAS BERASET RP 672,6 TRILIUN

G Sulistiyanto: Almarhum Eka Tjipta Widjaja Tidak Memiliki Saham di Sinarmas

Selasa, 14 Juli 2020 | 16:08 WIB
Ester Nuky dan Primus Dorimulu

 

JAKARTA, investor.idManaging Director Sinarmas G Sulistiyanto menyatakan, Sinarmas tak ada sangkut pautnya dalam persoalan keluarga Eka Tjipta Widjaja terkait gugatan Freddy Widjaja atas beberapa perusahaan unit usaha Sinarmas. Pasalnya, almarhum Eka Tjipta Widjaja tidak memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut.

"Atas nama Sinarmas, menanggapi  persoalan gugatan Sdr Freddy Widjaja atas beberapa perusahaan unit usaha Sinarmas, kami menjelaskan sebagai berikut. Pertama, Sdr Freddy Widjaja adalah anak luar kawin dari Ny Lidia Herawaty Rusli. Kedua, yang bersangkutan telah mendapatkan hak bagiannya sebagai penerima wasiat, sesuai dengan surat wasiat dari Bapak Eka Tjipta Widjaja. Ketiga, gugatan dari Sdr Freddy Widjaja atas perusahaan-perusahaan Sinarmas tidak ada hubungan dengan almarhum Eka Tjipta Widjaja, karena beliau tidak memiliki saham di perusahaan-perusahaan tersebut, sehingga gugatannya tidak mempunyai dasar hukum," kata Managing Director Sinarmas G Sulistiyanto dalam pernyataan tertulis ketika dikonfirmasi Investor Daily, Jakarta, Selasa (14/7).  

Jadi, lanjut dia, pada dasarnya Sinarmas tidak ada sangkut pautnya dalam persoalan keluarga Bapak Eka Tjipta Widjaja dalam kasus gugatan Freddy Widjaja.

Gugatan Diajukan ke PN
Sementara itu, sebelumnya beredar kabar mengutip website PN Jakarta Pusat sipp.pn-jakartapusat.go.id Senin (13/7/2020), terkait perkara gugatan warisan dengan nomor 301/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst atas nama penggugat Freddy Widjaja.  

Freddy dengan menggandeng kuasa hukum Yasrizal, SH menggugat kelima kakak tirinya, yakni Indra Widjaja atau Oei Pheng Lian, Teguh Ganda Widjaja atau Oei Tjie Goan, Muktar Widjaja atau Oei Siong Lian, Djafar Widjaja atau Oei Piak Lian, dan Franky Oesman Widjaja atau Oei Jong Nian, dengan nama perkara gugatan warisan/wasiat yang didaftarkan pada 16 Juni 2020 lalu, yang dalam status perkara tahap persidangan.

PN Jakarta Pusat semula dijadwalkan menggelar sidang perdana perkara ini pada 29 Juni 2020 dengan membacakan permohonan atau petitum oleh kuasa hukum penggugat Freddy Widjaja, namun persidangan di tunda.

Adapun petitum penggugat sebagai berikut:
- Menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya;
- Menyatakan bahwa penggugat dan para tergugat adalah ahli waris yang sah dari almarhum Bapak Eka Tjipta Widjaja;
- Menyatakan harta waris adalah harta peninggalan almarhum Bapak Eka Tjipta Widjaja;
- Menyatakan secara sah dan berharga harta waris yang berupa:
1. PT Smart (Sinar Mas Agro Resources and Technology) Tbk dengan total nilai aset sebesar Rp 29.310.000.000.000 (dua puluh sembilan triliun tiga ratus sepuluh miliar rupiah) dengan laba kotor tahun 2018 sebesar Rp 4.634.000.000.000 (empat triliun enam ratus tiga puluh empat miliar rupiah);
2. PT Sinar Mas Multi Artha dengan total nilai aset  sebesar Rp 100.663.451.000.000 (seratus triliun enam ratus enam puluh tiga miliar empat ratus lima puluh satu juta rupiah) dengan laba kotor tahun 2018 sebesar Rp 1.647.179.000.000 (satu triliun enam ratus empat puluh tujuh miliar seratus tujuh puluh sembilan juta rupiah);
3. Sinar Mas Land dengan total nilai aset pada tahun 2019 sebesar US$ 7.757.500.000, atau bila dirupiahkan dengan kurs Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) per dolar AS sama dengan Rp 116.362.500.000.000 (seratus enam belas triliun tiga ratus enam puluh dua miliar lima ratus juta rupiah);
4. PT Bank Sinar Mas Tbk dengan total nilai aset pada bulan September 2019 sebesar Rp 37.390.492.000.000 (tiga puluh tujuh triliun tiga ratus sembilan puluh miliar empat ratus sembilan puluh dua juta rupiah);
5. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk dengan total nilai aset pada tahun 2018 sebesar US$ 8.751.000.000, atau bila dihitung dengan kurs Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) per dolar AS sebesar Rp 131.265.000.000.000 (seratus tiga puluh satu triliun dua ratus enam puluh lima miliar rupiah);
6. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk US$ 2.965.100.000, atau bila dihitung dengan kurs Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) per dolar AS sebesar Rp 44.476.500.000.000 (empat puluh empat triliun empat ratus tujuh puluh enam miliar lima ratus ribu rupiah);
7. PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry dengan total nilai aset pada tahun 2018 sebesar US$ 1.997.500.000, atau bila dihitung dengan kurs Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) per dolar AS sebesar Rp 29.962.500.000.000 (dua puluh sembilan triliun sembilan ratus enam puluh dua miliar lima ratus juta rupiah);
8. PT Bank China Construction Bank Indonesia TBK dengan total nilai aset sebesar Rp 16.200.000.000.000 (enam belas triliun dua ratus miliar rupiah);
9. Asia Food and Properties Limited dengan estimasi nilai aset sebesar Rp 80.000.000.000.000 (delapan puluh triliun rupiah);
10. China Renewable Energy Investment Limited dengan total nilai aset pada tahun 2019 sebesar HK$ 2.794.654.000, atau bila dihitung dengan kurs Rp 19.000 (sembilan belas ribu rupiah) sebesar Rp 5.309.842.600.000 (lima triliun tiga ratus sembilan miliar delapan ratus empat puluh dua juta enam ratus ribu rupiah);
11. PT Golden Energy Mines TBK dengan total nilai aset pada tahun 2019 sebesar US$ 780.646.167, atau bila dihitung dengan kurs Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) per dolar AS sebesar Rp 11.709.692.505.000 (sebelas triliun tujuh ratus sembilan miliar enam ratus sembilan puluh dua juta lima ratus lima ribu rupiah);
12. Paper Excellence BV Netherlands dengan total nilai aset sebesar Rp 70.000.000.000.000 (tujuh puluh triliun rupiah);
- Menghukum tergugat untuk membagi harta waris menurut hukum perdata, masing-masing setengah bagian;
- Menetapkan sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap harta waris adalah sah dan berharga;
- Menghukum tergugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini.

Nilai aset 12 perusahaan tersebut sekitar Rp 672,6 triliun. Sementara itu, penggugat Freddy Widjaja dikabarkan merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dari istri ketiga almarhum Eka Tjipta Widjaja bernama Lidia Herawaty Rusli. Sedangkan para tergugat merupakan kakak tiri Freddy Widjaja, anak dari istri pertama Eka Tjipta Widjaja bernama Trini Dewi Lasuki yang dinikahi pada 25 Desember 1943 dan dikaruniai 8 orang anak. Anak dari istri pertama ini diwariskan untuk meneruskan usaha di Sinarmas Grup

Hingga akhir hayat Eka Tjipta Widjaja dikabarkan memiliki empat orang istri dan 28 orang anak, berdasarkan Akta Wasiat Nomor 60 yang dibuat oleh Notaris Winanto Wiryomartani, SH, MHum, di Jakarta Barat pada tanggal 25 April 2008.

Editor : Esther Nuky (esther@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN