Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GDST di Surabaya, Kamis (29/7/2021).

Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GDST di Surabaya, Kamis (29/7/2021).

Gunawan Dianjaya Steel Alokasikan Capex Rp 50 Miliar

Kamis, 29 Juli 2021 | 14:43 WIB
Amrozi Amenan (ros_amrozi@yahoo.com)

SURABAYA, investor.id – PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) mengalokasikan belanja modal atau capital expenditures (capex) tahun 2021 sebesar Rp 50 miliar. Dana tersebut di antaranya untuk melanjutkan penyelesaian Proyek Plate Mill GDS ke-2 guna mengejar target operasi secara komersial pada semester akhir tahun 2022.

Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Hadi Sutjipto, mengatakan bahwa sejauh ini capaian pembangunan proyek Plate Mill GDS ke-2 secara finansial mencapai 82,6% dari total nilai investasi, dan pembangunannya masih terus berlanjut meskipun secara bertahap menyesuaikan kondisi internal keuangan perusahaan, apalagi di tengah masa pandemi sekarang ini.

“Target kita proyek Plate Mill GDS ke-2 sudah selesai dan siap beroperasi secara komersial pada semester akhir tahun 2022,” kata Hadi di sela Rapat Pemegang Saham Tahunan (RUPST) GDST di Surabaya, Kamis (29/7/2021).

Hadi menyatakan, selain untuk proyek Plate Mill GDS ke-2 GDST juga mengalokasikan sebagian dana capex 2021 sebesar Rp 50 miliar itu untuk kebutuhan lainnya, yakni pembangunan gedung dan maintenance Plate Mill GDS-1.

“Dana capex sebesar Rp 50 miliar bersumber dari dana internal perseroan,” tandas dia.

Pada kesempatan itu, Hadi juga menjelaskan kinerja GDST di tengah pandemi. Hingga Maret 2021 perseroan mampu membukukan penjualan sebesar Rp 432 miliar dari target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun. Sedangkan laba bersih tercatat 1,4% dari penjualan, yakni sebesar Rp 6,2 miliar dari target laba bersih tahun ini sebesar Rp 32 miliar.

“Dengan sisa waktu yang ada kami masih memiliki keyakinan bahwa target tahun 2021 akan dapat tercapai,” ungkap Hadi.

Hadi menambahkah, adanya gelombang kedua pandemi Covid-19 yang membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM kemudian menjadi PPKM Darurat dan diperpanjang menjadi PPKM Level 4 menjadikan beberapa pembatasan. Namun, dengan status GDST sebagai industri kritikal dan memperoleh Izin Operasional dan Mobilisasi Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementerian Perindustrian selama PPKM ini operasional produksi dan pemasaran GDST tidak terhambat.

“GDST terus aktif meningkatkan porsi penjualan ekspornya sementara ini ke pasar Singapura dan Malaysia dan beberapa bulan terakhir pelan-pelan sudah meningkat. Target ekspor ke negara-negara Asia, Eropa, dan Timur Tengah terus diupayakan,” pungkas Hadi.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN