Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jajaran Direksi PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional Gwie Gunarto Gunawan, Direktur Umum dan Legal Hadi Sutjipto, Direktur Keuangan dan SDM Yurnalis Ilyas dan Direktur Akuntansi dan Pajak Saiful Fuad pada acara Paparan Publik di Surabaya, Selasa (19/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Jajaran Direksi PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional Gwie Gunarto Gunawan, Direktur Umum dan Legal Hadi Sutjipto, Direktur Keuangan dan SDM Yurnalis Ilyas dan Direktur Akuntansi dan Pajak Saiful Fuad pada acara Paparan Publik di Surabaya, Selasa (19/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Gunawan Dianjaya Steel Optimistis Capai Target Penjualan Rp 1,6 Triliun

Amrozi Amenan, Selasa, 19 November 2019 | 23:34 WIB

SURABAYA, investor.id -Produsen baja, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDS) optimistis mampu memenuhi target penjualan hingga akhir tahun ini sebesar Rp 1,6 triliun dengan upaya menggenjot pasar dalam negeri dan mencari peluang pasar eskpor.

Direktur GDS Hadi Sutjipto mengatakan bahwa tahun ini perseroan menghadapi berbagai tantangan baik di pasar domestik maupun di pasar ekspor. Di dalam negeri, seperti fluktuasi nilai mata uang rupiah terhadap dolar dan harga bahan baku yang kenaikan harganya tidak sebanding dengan naiknya harga barang jadi di pasar dalam negeri.

Lalu, persaingan ketat menyusul bertambahnya produsen produk sejenis (steel plate) dengan kapasitas produksi terpasang yang cukup besar sehingga menambah suplai baja di dalam negeri dan kebijakan pemerintah terkait terbukanya pasar domestik untuk menerima barang impor. Kemudian, di pasar ekspor perseroan menghadapi penurunan pasar serta penerapan anti dumping seperti di AS, Kanada dan Australia yang memicu penurunan penjualan ekspor.

“Meski demikian, kami masih bisa menjaga pertumbuhan dengan memperkuat pasar domestik dan mempertahankan ekspor ke Singapura dan Malaysia,” kata Hadi pada acara Paparan Publik di Surabaya, Selasa (19/11/2019).

Jajaran Direksi PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional Gwie Gunarto Gunawan, Direktur Umum dan Legal Hadi Sutjipto, Direktur Keuangan dan SDM Yurnalis Ilyas dan Direktur Akuntansi dan Pajak Saiful Fuad pada acara Paparan Publik di Surabaya, Selasa (19/11/2019). Foto:Amrozi Amenan
Jajaran Direksi PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional Gwie Gunarto Gunawan, Direktur Umum dan Legal Hadi Sutjipto, Direktur Keuangan dan SDM Yurnalis Ilyas dan Direktur Akuntansi dan Pajak Saiful Fuad pada acara Paparan Publik di Surabaya, Selasa (19/11/2019). Foto:Amrozi Amenan

Sampai akhir September 2019, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp 1,349 triliun atau tumbuh 26,1% dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 1,070 triliun. Pertumbuhan penjualan itu terutama ditopang oleh penjualan domestik yang menyumbang 98% atau setara Rp 1,322 triliun. Sedangkan penjualan ekspor hanya menyumbang sebesar 2% atau setara Rp 26,628 miliar terhadap total penjualan.

“Masih ada sisa beberapa bulan dan itu cukup untuk menutupi sisa penjualan sekitar Rp 350 miliar, sehingga kami optimistis bisa mencapai target penjualan tahun ini sebesar Rp 1,6 trilun,” imbuh Saiful Fuad, Direktur GDS.

Sementara untuk laba setelah pajak, lanjut dia, sampai akhir September 2019 lalu mencapai Rp 12,4 miliar atau 0,9% dari total penjualan. “Untuk laba ini kami melakukan koreksi target dari sebelumnya 3%-4% menjadi menjadi kurang lebih 2% dari total penjualan,” katanya.

Direktur Produksi dan Perdagangan Internasional, Gwie Gunarto Gunawan menambahkan di tengah persaingan ketat pasar baja dalam negeri sebetulnya mengalamai pertumbuhan 10-11% karena dipicu oleh proyek infrastruktur dan properti. Itu artinya prospek pasar dalam negeri cukup menjanjikan, apalagi produk perseroan merupakan supporting industri bagi industri lain seperti konstruksi, galangan kapal dan alat-alat berat.

“Melihat potensi pasar dalam negeri, kita akan membuat added value produk kita untuk memperkuat daya saing,” katanya.

Karena potensi itu pula, lanjut dia, perseroan akan tetap melanjutkan proyek pembangunan plate mill baru berkapasitas 1 juta ton dengan investasi sekitar US$100 juta yang diperkirakan selesai pada semester akhir 2021. Sejauh ini, proyek telah mencapai 70%.

“Selain pasar dalam negeri, kita juga mencari peluang pasar ekspor di Eropa dan Southeast Asia yang masih open untuk produk baja kita. Kita juga sudah merintis kembali pasar Italia," ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA