Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 1 (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) yang resmi fungsional. Foto: Waskita Toll Road

Tol Cimanggis-Cibitung Seksi 1 (Junction Cimanggis-On/Off Ramp Jatikarya) yang resmi fungsional. Foto: Waskita Toll Road

Gurihnya Saham Waskita Karya karena SWF

Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:26 WIB
Frans S.Imung

JAKARTA - Dampak kehadiran Omnibus Law makin kuat dirasakan di bursa saham, sejalan dengan rencana pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF). Sesuai amanat undang-undang tersebut, pemerintah sudah memutuskan membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority. Lembaga ini akan resmi beroperasi pada April 2021.

Keputusan pembentukan LPI telah membawa angin perubahan bagi saham-saham emiten infrastruktur dan konstruksi. Salah satu saham yang sangat terpengaruh positif adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Pada perdagangan, Jumat (15/1/2021) saham WSKT ditutup pada posisi Rp 1.890 per saham.

Padahal, saat Indeks Harga Saham Gabungan mencapai level terendah pada Maret 2020, saham ini terpangkas hingga Rp 398 per saham. Artinya harga saham WSKT sudah melampaui harga penutupan tahun 2020 senilai Rp 1.485 per saham.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Kementerian Keuangan Masyita Crystallin mengkonfirmasi, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) akan efektif beroperasi April 2021. Lembaga ini akan berinvestasi pada aset komersial infrastruktur seperti jalan tol, terminal peti kemas, bandara, dan proyek lain dengan revenue stream tinggi. Solusi pendanaan infrastruktur ini telah membawa sentimen positif yang mengangkat seluruh saham emiten BUMN karya dari posisi terendah pada Maret.

Direktur Utama PT Waskita Karya Destiawan Soewarjono mengatakan, perseroan saat ini memiliki 18 ruas tol. Dua di antaranya  telah didivestasi. Pihaknya siap menawarkan 11 proyek tol yang potensial kepada LPI. "Pertengahan semester I ini diharapkan kami sudah bisa deal dengan LPI. Di luar itu, perseroan sudah menawarkan lima ruas tol kepada investor strategis dan kini dalam tahap negosiasi final," kata dia.

Masyita Crystallin mengatakan, komitmen investasi asing melalui lembaga sovereign wealth fund sudah mencapai US$ 8 miliar atau Rp 112,95 triliun. Dengan dana ini, LPI akan membeli proyek-proyek jalan tol BUMN karya yang sudah rampung. Dengan demikian, emiten infrastruktur mendapatkan dana untuk kembali beroperasi menggarap proyek infrastruktur lain.

 

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN