Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Ilustrasi investasi. (Foto: IST)

Hadapi Dampak Konflik Rusia-Ukraina, Insight Tawarkan Reksa Dana Pasar Uang

Kamis, 24 Maret 2022 | 20:19 WIB
Ely Rahmawati (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Pemulihan ekonomi global saat ini tertahan akibat melonjaknya inflasi yang disebabkan oleh disrupsi rantai pasok, ditambah situasi tegang karena invasi Rusia atas Ukraina sejak akhir Februari 2022, yang mendorong melambungnya harga komoditas. Berdasarkan pertimbangan situasi tersebut, PT Insight Investments Management merekomendasikan Reksa Dana Pasar Uang Insight Money Syariah (I-Money Syariah) sebagai pilihan investasi berdurasi pendek yang mencatatkan historical return selama satu tahun sebesar 4,49%.

“Reksa Dana Pasar Uang I-Money Syariah berfungsi sebagai sarana diversifikasi dan memiliki keunggulan kinerja dibandingkan Infovesta Sharia Money Fund Index yang merupakan benchmark-nya,” ujar Head of Investment Insight Investment Management Camar Remoa.

Insight merekomendasikan Reksa Dana Pasar Uang I-Money Syariah sebagai penempatan investasi pada aset sukuk berdurasi pendek guna menekan dampak negatif dari ketidakpastian dan volatilitas jangka pendek dalam keadaan pasar saat ini.

Baca juga: Reksa Dana Insight Renewable Energy Jadi Pilihan Investasi di Tengah Pandemi

Adapun pertimbangan kondisi pasar berdasar pada Rusia melakukan invasi atas Ukraina pada 24 Februari 2022 yang menyebabkan melambungnya harga komoditas dan energi secara global. Rusia sebagai salah satu negara eksportir terbesar di Eropa pun mendapat sanksi dagang dan ekonomi dari negara Barat.

Isu antara Rusia dan Ukraina berdampak pada volatilitas pasar finansial global yang dapat dilihat dari pergerakan VIX Index yang merepresentasikan expected volatility. Sepanjang YTD, pergerakan VIX Index mengalami kenaikan seiring memanasnya situasi antara kedua negara.

Hal lain yang dapat menimbulkan volatilitas pasar adalah potensi ketegangan di Eropa yang semakin meningkat apabila Amerika Serikat dan NATO ikut terjun dalam perang Rusia-Ukraina untuk menekan agresi militer yang ada.

Indonesia terdampak secara ekonomi dengan meningkatnya inflasi pada sektor energi, transportasi, juga pangan dalam negeri karena Indonesia merupakan negara importir minyak dan batubara yang merupakan sumber pembangkit listrik PLN.

Baca juga: Insight Investments Management Jagokan Reksa Dana ETF

Maka berdasarkan kondisi di atas, salah satu instrumen investasi dapat dipertimbangkan oleh para investor dan cocok dalam kondisi seperti sekarang adalah Reksa Dana Pasar Uang Syariah I-Money Syariah. Reksa Dana ini telah membukukan historical return selama 1 tahun (per Februari 2022) sebesar 4,49% yang melebihi benchmark sebesar 2,80%. Selain itu, I-Money Syariah juga telah tumbuh sebesar 41,40% sejak peluncurannya dan telah melampaui benchmark sebesar 26,54%.

Dengan demikian, Reksa Dana Pasar Uang I-Money Syariah memiliki indikasi net running yield dimana net rate dengan rate time deposit pada Bank BDP Syariah maupun Bank Buku 3 Syariah berada di kisaran 2,20%-2,48% dan 1,40%-3,60%. Sedangkan indikasi net running yield pada Reksa Dana I-Money Syariah sebesar 4%-5%.

Selain mendapatkan keuntungan dalam investasi, melalui I-Money Syariah, investor turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Beberapa kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh Insight misalnya pembangunan sumur artesis untuk masyarakat sekitar Kelurahan Kunden Blora, pembangunan asrama panti asuhan di Kelurahan Sidoharjo Wonogiri, Jawa Tengah, dan Program Deteksi Dini Pada Lutut Penyandang Talasemia dan beragam kegiatan sosial lainnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN