Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proses pembuahan sel telur dan sperma dalam program bayi tabung. Foto ilustrasi: IST

Proses pembuahan sel telur dan sperma dalam program bayi tabung. Foto ilustrasi: IST

Hadapi Pandemi Covid-19, Merck Luncurkan Dua Produk Baru

Minggu, 2 Agustus 2020 | 08:32 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Merck Tbk (MERK) berencana meluncurkan dua produk baru tahun ini. Peluncuran produk baru ini merupakan strategi untuk menghadapi gejolak akibat pandemi Covid-19.

Corporate Communication Manager Merck Melisa Sandriati mengatakan, produk pertama yang diluncurkan adalah Pergoris Ven yaitu injeksi untuk proses bayi tabung. Produk ini sudah diluncurkan pada Februari 2020 silam.

Kemudian, perseroan juga akan meluncurkan Concor AM yang berfungsi untuk mengobati hipertensi.

"Concor AM mudah-mudahan akan diluncurkan pada Agustus 2020, namun untuk target kami belum bisa menyampaikannya," jelas Melisa kepada Investor Daily akhir pekan lalu.

Presiden Direktur Merck Evie Yulin mengatakan, adanya wabah virus corona memang berdampak pada kinerja perusahaan. Pasalnya, ada beberapa segmen usaha yang mengalami penurunan. Salah satunya adalah produk kesehatan yang berhubungan dengan kesuburan.

"Bisnis yang berhubungan dengan kesuburan memang mengalami penurunan, karena orang menunda kehamilan sampai kondisi lebih baik," kata dia.

Namun demikian, pihaknya belum bisa menjelaskan seberapa besar pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kinerja 2020. Saat ini, perseroan masih mengkalkulasi dampak dari pandemi tersebut dan strategi pemulihan yang dilakukan perseroan.

Direktur Keuangan Merck Bambang Nurcahyo menambahkan, dengan adanya pandemi Covid-19, kegiatan usaha yang semula banyak dilakukan secara offline berganti menjadi virtual. Hal ini tentunya bisa menghemat biaya perjalanan dan hiburan.

Penurunan biaya ini diharapkan bisa berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.

"Kami cukup optimis kinerja 2020 paling tidak lebih baik dibandingkan 2019,"ungkap dia.

Sementara itu, pada semester I-2020, perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 43 miliar atau meningkat 234% dari periode sebelumnya yang sebesar Rp 13 miliar. Peningkatan laba usaha dikontribusi dari bisnis Biopharma dan BBO yang meningkat 256.2% dibandingkan tahun lalu.

Sedangkan untuk 2019, perseroan mencatat pendapatan operasional sebesar Rp 745 miliar dari 2018 yang sebesar Rp 612 miliar. Sementara laba usaha operasional tercatat meningkat dari Rp47 miliar menjadi Rp126 miliar pada 2019, atau meningkat sebesar 166%. Dari pencapaian laba pada 2019,

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 58.2 miliar atau Rp 130/unit saham.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN