Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Summarecon Bogor

Summarecon Bogor

Hadirkan Proyek di Bogor, "Marketing Sales" Summarecon Cenderung Naik

Jumat, 4 September 2020 | 14:13 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) menunjukkan pemulihan penjualan marketing (marketing sales) properti dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejumlah daerah. Peningkatan penjualan marketing juga bakal didukung peluncuran kota mandiri Summarecon Bogor.

Trimegah Sekuritas menyebutkan bahwa marketing sales Summarecon Agung telah mencapai Rp 1,27 triliun hingga Juli 2020. Angka tersebut setara dengan 51% dari target manajemen mencapai Rp 2,5 triliun sepanjang tahun ini. Sedangkan realisasi marketing sales Juli 2020 senilai Rp 166 miliar atau naik 51% dari bulan sebelumnya.

“Kenaikan penjualan bulan tersebut sejalan dengan dibukanya kembali aktivitas perekonomian dan peningkatan indeks tingkat kepercayaan konsumen. Namun rata-rata harga jual produk perseroan masih menunjukkan penurunan,” tulis analis Trimegah Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, peningkatan marketing sales tersebut diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun ini, seiring dengan rencana perseroan untuk meluncurkan sejumlah proyek properti dengan harga jual di bawah Rp 1,5 miliar. Di antaranya, peluncuran klaster Magenta di Bekasi, Serpong, Bandung, dan Bogor. “Peluncuran produk baru tersebut diharapkan menopang lonjakan penjualan marketing perseroan pada paruh kedua tahun ini,” terangnya.

Terkait pengembangan proyek Summarecon Bogor, Trimegah Sekuritas menyebutkan, proyek tersebut kemungkinan diluncurkan pada kuartal terakhir tahun ini. Kawasan tersebut dinilai prospek didukung lokasi pengembangan yang strategis. Pengembangan hunian baru di kawasan tersebut bertujuan untuk menyasar pembeli yang menginginkan rumah berharga di bawah Rp 1,5 miliar dengan lingkungan yang baik.

“Kami memperkirakan bahwa Bogor Township akan menjadi menjadi sentimen positif bagi perseroan untuk menopang penjualan marketing pada paruh kedua tahun ini. Apalagi hunian yang dijual di kota mandiri ini cukup menarik, yaitu akses yang baik, menawarkan kenyamanan lingkungan yang baik, dan hanya perseroan yang baru mengembangkan kota mandiri di daerah tersebut,” terangnya.

Hal tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham SMRA dengan target harga Rp 750. Target tersebut merefleksikan diskon 73% terhadap nilai aset bersih (RNAV) perseroan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN