Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pekerja melintas di depan layar pergerakan saham, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Pekerja melintas di depan layar pergerakan saham, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/DAVID

Harapan Berakhirnya Perang Dagang Dorong IHSG Sesi I Ditutup Naik 1,03% di 6.085

Gora Kunjana, Jumat, 11 Oktober 2019 | 12:10 WIB

JAKARTA, investor.id – Harapan berakhirnya perang dagang antara AS-Tiongkok telah mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi pertama Jumat (11/10/2019) ditutup menguat cukup tinggi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) dari laman idx.co.id tercatat, IHSG naik 1,03% di level 6.085,408. Indeks LQ45 juga naik 1,26% di 945,172.

Seperti dilaporkan BeritasatuTV langsung dari lantai bursa sekitar pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 9,7 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nilai Rp 3,8 triliun, dan frekuensi sebanyak 265.032 kali transaksi.

Indeks berada di titik terendah di 6.033 dan tertinggi di level 6.089.

Sebanyak 9 sektor menguat telah menopang penguatan indeks di sesi pertama ini. Penguatan dipimpin sektor industri dasar yang naik 1,97%, disusul sektor infrastruktur 1,88%, dan sektor industri lainnya naik 1,56%.

Terpantau pula sebanyak 226 saham menguat, 138 saham melemah, dan 135 saham lainnya stagnan.

Penguatan indeks ini sejalan dengan prediksi para analis. Reliance Sekuritas Indonesia secara teknikal, memproyeksikan IHSG bergerak menguat dengan support resistance 6.000-6.088. Saham-saham yang secara teknikal masih cukup menarik diantaranya; SMGR, TPIA, GGRM, HMSP, BBNI, BBTN, BMRI, SRIL, ADRO, ITMG, INCO, BSDE, ERAA.

Artha Sekuritas juga memprediksi IHSG menguat pada perdagangan hari ini dengan bergerak pada kisaran support 6.003-6.013 dan resistance 6.039-6.055.

Demikian pula Erdikha Elit Sekuritas memperkirakan Indeks pada hari ini masih bergerak consolidation melemah dengan kecenderungan menguat dengan range pergerakan 6000 sampai 6060. Saham yang dicermati investor untuk hari ini yaitu ERAA,DKFT,INCO,PGAS.

Perang dagang berakhir?

Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum pertemuan bilateral yang diadakan di sela-sela pertemuan puncak kelompok G-20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019. AFP / Brendan Smialowski
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelum pertemuan bilateral yang diadakan di sela-sela pertemuan puncak kelompok G-20 di Osaka, Jepang, pada 29 Juni 2019. AFP / Brendan Smialowski

Kenaikan indeks menurut Pilarmas Sekuritas dalam ulasannya, Jumat (11/10) disebabkan pidato Presiden AS Donald Trump yang optimistis dalam pembicaraan hubungan dagang AS-Tiongkok.

Pertemuan tersebut berjalan dengan positif. AS-Tiongkok pada akhirnya bersedia bekerja sama untuk mencapai kesepakatan parsial dan meninggalkan beberapa masalah yang kontroversial dalam diskusi selanjutnya. Namun, Trump lebih memilih untuk mendapatkan kesepakatan yang lengkap. Sementara itu, beberapa sumber mengungkapkan, AS akan menunda kenaikan tarif yang semula direncanakan pada 15 Oktober mendatang.

“Tentu hal ini merupakan sesuatu yang sangat baik, karena ada keinginan yang tulus dari AS untuk bisa datang ke meja perundingan dengan situasi dan kondisi yang tenang,” sebut Pilarmas Sekuritas.

Hal yang sama dilakukan oleh Tiongkok. Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok Liu He mengatakan, pihaknya bersedia bernegosiasi dengan AS mengenai permasalahan yang selama ini menjadi perhatian, seperti neraca perdagangan, akses pasar, dan perlindungan investor. Sebagai bagian dari kesepakatan bersama, White House tengah mempertimbangkan untuk meluncurkan pakta mata uang yang sebelumnya disepakati oleh Tiongkok sebagai bagian dari kesepakatan parsial pertama.

“Pelaku pasar cukup senang apabila ada kesepakatan parsial bersama antara AS dan Tiongkok, karena mereka melihat bahwa kesepakatan kecil ini akan menjadi batu loncatan bagi kesepakatan lainnya,” ungkap Pilarmas Sekuritas.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA