Menu
Sign in
@ Contact
Search
Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)

Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)

Harga CPO Kembali Menguat

Rabu, 23 Nov 2022 | 05:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Selasa (22/11/2022).  Dengan demikian, harga CPO naik dalam dua hari beruntun.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (22/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 134 Ringgit Malaysia menjadi 3.949 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 151 Ringgit Malaysia menjadi 3.982 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga:Harga CPO Rebound, Akhiri Pelemahan Empat Hari Berturut-turut

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 149 Ringgit Malaysia menjadi 4.004 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 154 Ringgit Malaysia menjadi 4.016 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 159 Ringgit Malaysia menjadi 4.005 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 164 Ringgit Malaysia menjadi 3.981 Ringgit Malaysia per ton.

Baca jugaGAPKI: Ekspor Turun, Stok Bertahan

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pererakan harga CPO dipengaruhi harga di pasar minyak nabati, terutama minyak kedelai. Mengingat pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi  menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.

Baca jugaHarga CPO Tertekan Hingga 11% pada Pekan Lalu, Bagaimana Sepekan Ini?

Menurut Yoga, hal ini sejalan dengan  kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19 November. Ditambah lagi, pengaruh dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.

“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com