Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)

Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)

Harga CPO Lanjutkan Pelemahan Tiga Hari Berturut-turut

Kamis, 17 Nov 2022 | 05:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (16/11/2022). Dengan demikian, harga CPO melemah dalam tiga hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (16/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 merosot 13 Ringgit Malaysia menjadi 3.907 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 jatuh 45 Ringgit Malaysia menjadi 3.988 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Berguguran Dua Hari Beruntun

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 rontok 44 Ringgit Malaysia menjadi 4.022 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 kehilangan 38 Ringgit Malaysia menjadi 4.028 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Serta, kontrak pengiriman April 2023 menurun 48 Ringgit Malaysia menjadi 4.005 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 jatuh 48 Ringgit Malaysia menjadi 3.972 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Perbaikan Tata Kelola Lamban, Petani Sawit Gelar Aksi di KPPU 

Trader minyak sawit David Ng mengatakan, sentimen yang lebih lemah di pasar minyak kedelai juga membebani harga. "Kami menemukan support di 3.800 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.300 Ringgit Melaysia per ton," katanya.

Sementara itu, Kepala Riset Komoditas Grup Sunvin, yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan CPO berjangka diperdagangkan sideways menjadi lebih tinggi pada sesi awal hari ini di tengah kurangnya tindak lanjut pembelian dari pasar tujuan, dan juga fokus bergeser pada kesepakatan koridor Black Sea Grain.  

Baca juga: Cisadane Sawit Raya (CSRA) Targetkan Pendapatan Tumbuh 12% 

“Ekspor minyak sawit Malaysia selama paruh pertama November terlihat dalam kisaran 657ribu – 714 ribu ton, naik dari periode yang sama bulan lalu tetapi laju ekspor melambat dari periode 1-5 November dan 1-10 November. Pasar sekarang menunggu estimasi produksi baik untuk Malaysia maupun Indonesia,” katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Bernama

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com