Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi CPO

Ilustrasi CPO

Harga CPO Lanjutkan Penguatan

Kamis, 22 September 2022 | 05:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (21/9/2022). Dengan demikian, harga CPO mengalami penguatan dalam dua hari perdagangan berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Rabu (21/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 naik 131 Ringgit Malaysia menjadi 3.807 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 menguat 154 Ringgit Malaysia menjadi 3.856 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Menguat

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkerek 150 Ringgit Malaysia menjadi 3.887 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terdongkrak 147 Ringgit Malaysia menjadi 3.915 Ringgit Malaysia per ton.

Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 meningkat 141 Ringgit Malaysia menjadi 3.950 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 merugi 135 Ringgit Malaysia menjadi 3.983 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: GAPKI: Ekspor Produk Sawit Naik, Stok Dalam Negeri Mulai Menurun

Trader minyak sawit David Ng mengatakan meningkatnya ketegangan politik antara Ukraina dan Rusia juga mendorong pasar lebih tinggi pada Rabu (21/9/2022). Ia pun menyebut level support di 3.500 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 4.000 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, pemilik dan salah satu pendiri Palm Oil Analytics yang berbasis di Singapura, Sathia Varga, mengatakan minyak sawit berjangka naik kuat, menggambarkan kenaikan eskpor yang solid selama periode 1-20 September.

Baca juga: Dukung Pengembangan Industri Sawit, Menko Airlangga Dorong Penambahan Pusat Studi Sawit

Ditambah lagi, lanjutnya, perdagangan di Dalian yang lebih tinggi terhadap perlambatan produksi seperti data yang ditunjukan Southern Malaysian Palm Fruit Manufacturers Association (SPPOMA)   

“Ekspor 1-20 September naik 39%, sementara produksi turun 1,84% untuk periode yang sama, mencerminkan hasil mungkin memerlukan waktu untuk pulih setelah kenaikan kuat pada Agustus," katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Bernama

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com