Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022).  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO Rontok di Awal Pekan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok di awal pekan, Senin (20/6/2022). Melanjuutkan tren bearish seiring dengan penurunan permintaan negara importir dan peningkatan pasikan CPO Indonesia ke pasar global.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (20/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 turun 418 Ringgit Malaysia menjadi 5.261 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 terkoreksi 464 Ringgit Malaysia menjadi 5.060 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 menurun 473 Ringgit Malaysia menjadi 4.981 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terjatuh 474 Ringgit Malaysia menjadi 4.955 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman November 2022 meleset 465 Ringgit Malaysia menjadi 4.975 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 jatuh 436 Ringgit Malaysia menjadi 5.024 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Waspada! Harga CPO Diprediksi Lanjutkan Tren Bearish

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO diprediksi masih akan melanjutkan tren bearish. Hal ini karena harga CPO bakal dipengaruhi oleh penurunan permintaan negara importir utama dan peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global.

Yoga menjelaskan penurunan permintaan importir dunia telah terjadi sejak pekan lalu. Hal ini terlihat dari sinyal potensi pengurangan permintaan dari India selaku importir CPO terbesar pertama dunia, dilihat dari adanya peralihan pembelian dari CPO ke minyak nabati. Selain itu, ancaman dari penyebaran kembali wabah Covid-19 di Tiongkok juga turut membebani dari sisi permintaan CPO. Hal ini mengingat Tiongkok merupakan negara importir CPO terbesar kedua dunia.

“Jika terus berlanjut ke fase penguncian kembali, maka sangat besar kemungkinan akan membuat permintaan dari Tiongkok menurun. Dengan mempertimbangkan posisi Tiongkok selaku negara importir CPO terbesar kedua dunia, maka akan berimbas juga pada pelemahan harga CPO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Baca juga: Mekanisme Pasar Dinilai Bisa Jaga Ketersediaan CPO di Dalam Negeri

Selain itu, lanjut Yoga, peningkatan pasokan CPO Indonesia ke pasar global juga akan menjadi penyebab harga CPO masih akan bertahan pada tren bearish. Hal ini dapat terlihat dari perilisan ijin eksporir CPO Indoensia. Alhasil, memicu kekhawatiran akan pasokan berlebih di pasar. Belum lagi, perkembangan situasi di Malaysia terutama terkait tenaga kerja serta data ekspor.

“Pada pekan ini, harga CPO berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 6.000 – 6.200 Ringgit Malaysia per ton. Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga 5.000 – 4.800 Ringgit Malaysia per ton,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Yoga menyebut, pergerakan harga CPO juga akan dipengaruhi oleh harga minyak nabati global. Salah satunya minyak kedelai. Ia memperkirakan untuk harga minyak kedelai pada pekan depan berpotensi menemui resistance di kisaran harga US$17,35 17,70 per bushel. “Namun, apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju support di kisaran harga US$16,60 -16,30 per bushel,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN