Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kelapa sawit - CPO

Kelapa sawit - CPO

Harga CPO Rontok Tiga Hari Berturut-turut

Selasa, 27 September 2022 | 05:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok pada perdagangan Senin (26/9/2022). Dengan demikian, penurunan harga CPO terjadi dalam tiga hari perdagangan berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (26/9/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Oktober 2022 turun 192 Ringgit Malaysia menjadi 3.481 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman November 2022 merosot 194 Ringgit Malaysia menjadi 3.516 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Desember 2022 terkoreksi 195 Ringgit Malaysia menjadi 3.541 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 terkikis 185 Ringgit Malaysia menjadi 3.575 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: GAPKI: Ekspor Produk Sawit Naik, Stok Dalam Negeri Mulai Menurun

Serta, kontrak pengiriman Februari 2023 turun 190 Ringgit Malaysia menjadi 3.617 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 merugi 190 Ringgit Malaysia menjadi 3.655 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO  pada pekan ini diprediksi bergerak stabil pada kisaran sempit. Namun, tren tersebut berpotensi terkoreksi apabila ada indikator kuat di pasar yang dirilis saat akhir pekan ini ataupun di awal pekan depan.

“Indikator yang dipantau di pekan depan adalah rilisnya data ekspor CPO Malaysia bulan September, perkembangan situasi di Indonesia terkait program biodiesel dan kebijakan DMO,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Baca juga: Dukung Pengembangan Industri Sawit, Menko Airlangga Dorong Penambahan Pusat Studi Sawit

Yoga memperkirakan, harga CPO bakal bergerak pada resistance 3.900 – 3.950 Ringgit Malaysia per ton, dan support di kisaran harga 3.750 – 3.700 Ringgit Malaysia per ton.

Menurut Yoga, pada 1-20 September ekspor Malaysia mengalami peningkatkan. Hal ini menggambarkan permintaan sedang kuat di pasar. Kemungkinan masih akan tetap bertahan hingga bulan depan, karena akan ada sejumlah perayaan dan festival yang berlangsung pada Oktober di India.

Baca juga: Sentimen Ini Bikin Harga CPO Diprediksi Stabil

Disisi lain, lanjutnya, kekhawatiran resesi dunia semakin meningkat. Hal ini berdampak pada penurunan pertumbuhan ekonomi secara global, yang akan turut memicu pelemahan permintaan di semua komoditi termasuk CPO.

Ditambah lagi, Yoga mengatakan, mempertimbangkan gangguan pada sisi pasokan akibat cuaca La Nina serta kondisi cuaca yang tidak bersahabat di negara-negara produsen utama minyak kedelai, maka besar kemungkinan harga kedelai masih akan bergerak pada tren bullish.

“Harga minyak kedelai diperkirakan akan bergerak pada resistance berada di kisaran harga US$ 67 - 68 per bushel. Sedangkan support di kisaran harga US$ 65 - 64 per bushel,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com