Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022).  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO Rontok, Tren Bearish Masih Bertahan

Sabtu, 25 Juni 2022 | 06:01 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok pada Jumat (24/6/2022). Tren bearish diperkirakan masih akan bertahan. 

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (24/6/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juli 2022 turun 72 Ringgit Malaysia menjadi 4.798 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 naik 98 Ringgit Malaysia menjadi 4.702 Ringgit Malaysia per ton.

Advertisement

Sementara itu, kontrak pengiriman September 2022 menurun 80 Ringgit Malaysia menjadi 4.664 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Oktober 2022 terjatuh 63 Ringgit Malaysia menjadi 4.668 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman November 2022 terpeleset 77 Ringgit Malaysia menjadi 4.682 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Desember 2022 jatuh 77 Ringgit Malaysia menjadi 4.711 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Rebound, Terdorong Aksi Bargain Hunting

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, jika melihat kondisi pasar saat ini dimana pasokan berlebih dan permintaan melemah, maka potensi tren bearish pada harga CPO untuk bertahan masih cukup tinggi. Fokus pasar masih akan tertuju pada perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait laju ekspor CPO. Di pasar CPO Malaysia yang masih terus dipantau adalah masalah krisis tenaga kerja.

“Selain itu, perkembangan situasi di Tiongkok dan India juga akan turut mempengaruhi permintaan dari kedua negara importir utama CPO tersebut,” ungkapnya kepada Investor Daily, Jumat (24/6/2022).

Baca juga: Keran Ekspor CPO Dibuka, Sawit Sumbermas Optimistis Penjualan Terdongkrak

Untuk pekan depan, Yoga mengatakan potensi rebound pada harga CPO tentu saja ada, namun tidak terlalu kuat sinyalnya. Selain karena kondisi permintaan dan pasokan di pasar CPO yang saat ini tidak mendukung. Ditambah lagi, juga ditambah dengan sentimen dari ancaman resesi di negara-negara ekonomi utama seiring dengan semakin banyaknya bank sentral di berbagai negara yang menyusul langkah bank sentral AS dalam meningkatkan suku bunga.

“Pada pekan depan, potensi level resistance di kisaran harga 5.250 – 5.500 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi kembali turun menuju level support di harga 4.000 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN